Truth Faith and Humility

Tirus merupakan salah satu kota yg terdapat di pesisir wilayah palestina. berjarak sekitar 85 km dari Yerusalem. Kota ini dihuni bukan saja oleh orang israel tetapi juga oleh  bangsa campuran. Salah satunya adalah untuk orang kanaan. Matius 15 :21-28 mengisahkan tentang kisah seorang wanita kanaan yg datang kepada Yesus untuk meminta bantuan dariNya agar anaknya diselamatkan. Dalam konteks bacaan ini juga, Tuhan kekasih kita Yesus Kristus menguji iman dari wanita kanaan tersebut.

  1. Wanita kanaan tersebut datang kepada Yesus, Ia melakukannya dengan berteriak-teriak. Dalam bahasa ibrani, berteriak2 ditulis sebagai kraz┼Ź yg mengarah ke bahasa inggris  “croak” yg artinya berteriak dengan suara yg parau. Artinya wanita ini memohon kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh...(21-23)
  2. Wanita kanaan mendatangi Tuhan Yesus bukan meminta penyembuhan anaknya, melainkan meminta belas kasihan dari Tuhan Yesus.Disetai dengan pengakuannya bahwa Yesus adalah Tuhan (kurios) dan juga anak daud. (22)
  3. Wanita ini memohon belas kasihan Tuhan Yesus karena anak perempuannya sangat menderita.  Di sisi ini, saya bisa melihat bagaimana seorang ibu, rela berbuat apa saja untuk anaknya, dan betapa ibu ini sangat menyayangi anaknya, dan tidak ingin anaknya menderita. - bahkan ia rela mendatangi Yesus - sesuatu yg sebenarnya dilarang karena suku israel dan bangsa campuran tidak boleh bersama - seperti Tuhan Yesus dengan perempuan samaria..(22)
  4. Tuhan Yesus mengujinya 2 kali, namun dia tetap bersikukuh bahwa dia pantas di kasihani dan ditolong (25-27)
  5. Wanita itu merendahkan dirinya serendah-rendahnya dihadapan Tuhan Yesus, dan mengakui bahwa dalam keadaannya yg tidak layak, dia masih ingin memperoleh pengasihan dari Tuhan Yesus.(27)
  6. Tuhan Yesus berkata  "O woman, great is your faith! Be it done for you as you desire." Tuhan Yesus memuji iman dari wanita ini....dan anaknya sembuh....
Implikasi

Wanita ini sebenarnya merepresentasikan kondisi manusia (baca :kita) pada saat ini.  Ketika kita dalam persoalan yg berat, kita biasanya langsung datang pada Tuhan dengan beban yg kita bawa..Dan kita mengharapkan pertolongan Tuhan - bahkan kadang terkesan seperti kita memberi perintah kepada Tuhan, bukan seperti meminta belas kasihan kepadaNya. Dan secara instant, mengharapkan jawaban dari Tuhan. Melalui firman ini seharusnya kita bisa belajar mengenai bagaimana bergumul mengenai permohonan kita. Kadang kala Tuhan bisa bersikap seperti yg ditunjukan kepada wanita ini. Kadang Ia menguji kesungguhan dan kerendahan hati kita. Kadang Ia menguji kesungguhan iman kita, justru disaat kita ingin Dia menjawab doa kita....
Wanita kanaan yg sebenarnya mempunyai derajat yg rendah bagi orang israel justru mendapat pujian dari Tuhan, semua dikarenakan kesungguhan dan keteguhan imannya. 

Apakah kita mempunyai kesungguhan iman dan kerendahan hati ?