Kisah 2 Buah Benih

Petualangan saya dimulai dengan perjalanan 19.312 km selama 24 jam dengan pesawat jet besar ke sisi lain dunia ini, diikuti dengan perjalanan yang lama dan penuh guncangan melewati tanah lapang yang berbukit-bukit di daerah jawa tengah bersama pemimpin Every Home Contact , Rommy. Saya telah melakukan perjalanan itu untuk melihat dengan mata kepala saya sendiri buah dari sebuah traktat Injil yang telah memulai reaksi berantai yang menghasilkan gereja di daerah terpencil di Jawa Tengah. Indonesia

http://mindpetals.com
Romy dan saya mendapati diri kami di sebuah kota kecil yg terletak 80 km di luar kota Yogyakarta. kota ini terdiri dari 3500 jiwa dengan rumah-rumah yang bertebaran sepanjang pegunungan yang berbukit-bukit. Di atas sisi bukit di hadapan kami, Terdapat sebuah gereja yang dibangun oleh pemercaya baru yang sekarang bersekutu disana. Berdiri di samping Romi dan saya adalah seorang gembala muda dan seorang penginjil lapangan EHC, Daniel S. Petobat baru yang berjalan sejauh 37.852 km dalam waktu 14 tahun untuk memberitahukan orang-orang indonesia lainnya mengenai Yesus.

Segera saya akan berbicara kepada jemaat gereja sederhana tapi bertumbuh ini, menjelaskan mengapa saya telah ,mengadakan perjalanan dari jauh hanya untuk melihat apa yang telah Tuhan kerjakan atas desa mereka. Saya melihat sukacita mereka dan menyadari saya sedang menyaksikan hasil-hasil luar biasa dari apa yang terjadi di " bagian ujung bumi" ketika seseorang cukup berani membawa injil ke tempat yang belum pernah didatangi penginjil lain.

Tetapi saya bertanya kepada Romy, bagaimana gereja ini terbentuk. Ia tersenyum dan menjelaskan bahwa itu sebenarnya dimulian 15 tahun lalu. Itu adalah ketika Daniel tinggal di sebuah desa baru yang bernama G******. Ia telah dikunjungi oleh dua penginjil muda EHC yang membawa Injil ke rumah-rumah di sepanjang daerah itu. Mereka mengunjungi setiap rumah dan memberikan penjelasan sederhana mengenai Injil kepada orang dewasa dan anak-anak.

Daniel yang berusia 19 tahun pada waktu itu membaca kedua traktat itu dengan intensitas yang seksama. Meskipun ia telah bertumbuh dewasa dikebudayaan setempat yg ketat, ia tetap tertarik membaca pesan-pesan itu. Bahkan, tampak baginya sebuah cahaya terang menyinari setiap kata yang dibacanya. Ketika ia selesai membacanya, ia menaikan doa singkat yang disarankan oleh traktat itu dan menerima Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Bahkan saat daniel mengisi kartu keputusan yang ada di traktat itu, paling sedikit tujuh orang lainnya di desanya melakukan hal yang sama. Injil telah datang ke desa tersebut.
Dalah beberapa waktu kantor EHC di jakarta menerima kartu tersebut dan menindak lanjuti mereka dengan kursus kosenponden alkitab..
Beberapa bulan kemudian ia mendengar tentang sebuah pusat pelatihan Kelompok Kristus yang baru dibangun di jawa tengah, dimana banyak jiwa baru dilatih untuk menjadi pekerja sepenuh waktu untuk menjangkau lebih banyak desa.  Di bulan selanjutnya, daniel memimpin anggota keluarganya satu- persatu kepada kristus..

Enam tahun sebelum daniel menerima kristus, Penginjil EHC lain sedang membagikan benih yang sama di daerah lain di jawa tengah... Ia membagikan Kabar baik tentang Yesus rumah demi rumah dan kapanpun mungkin memberikan kesaksian pribadi, meski tak seorang pun yg menunjukan ketertarikannya.
Tapi seorang pria Tua di desa itu telah dijamah oleh pesan-pesan yang sederhana tersebut. Pak Huparman membaca traktatnya berulang-ulang. kemudian suatu malam, dengan keberanian yang besar, ia mengisi kartu keputusan dan mengirimkannya ke kantor EHC di jakarta. Pak huparman adalah satu-satunya orang di seluruh desa yang merespon. selama beberapa tahun, ia melanjutkan sebagai satu-satunya orang Kristen di desa itu, menyembah  Yesus secara rahasia. Tapi kerinduannya untuk bersekutu dengan orang percaya lainnya semakin memenuhi hatinya. jadi ia menulis ke ke kantor EHC untuk bertanya apakan seseorang dapat datang ke desanya dan membantunya untuk bertumbuh dalam Yesus. Daniel yang telah selesai pelatihan Kelompok Kristus ditugaskan untuk mengunjungi desa tersebut.

Ketika daniel tiba di desa tersebut,  Pak Huparman menemuinya dengan antusiame yang besar. Meskipun ia adalah satu-satunya petobat di desa itu, mereka memutuskan untuk memulai sebuah kelompok kristus. Pak huparman mengundang orang lain, seorang pria bernama warsito yang bersimpati kepada kekristenan karena perubahan yang ia lihat dalam kehidupan Huparman.

Dalam waktu beberapa hari, warsito memberi hatinya kepada Kristus, dan sebuah kelompok kristus kecil yang terdiri dari 3 orang dimulai..Lebih dari setahun berlalu kemudian mereka memutuskan mengadakan ibadah minggu paskah dan mengundang semua orang di desa itu. Luar biasanya, puluhan penduduk desa datang dan beberapa orang menerima Kristus sebagai Tuhan. Dengan segera jumlah para petobat bertumbuh kira-kira 50 orang dewasa dan 17 orang anak. Istri pak huparman akhirnya menjadi orang percaya. ..
Ketika saya mengungjungi desa yang memiliki visi misioner untuk melipatgandakan diri mereka sendiri di desa-desa lain di daerah itu. Para anggora dengan bangga menunjukan kepada saya peta-peta mereka dan rencana mereka lima tahun kedepan untuk merintis paling sedikit dua gerja setahun selama lima tahun kedepan.

Saya mengagumi kasih karunia Tuhan dan bagaimana gereja ini telah dimulai dari dua benih injil sederhana. Satu di hati Pak Daniel dan satu di hati Pak Huparman. Tuhan jelas sekali sedang bekerja dikalangan orang-orang yang tadinya tidak terjangkau di jawa tengah..

* Dikisahkan oleh Dick Eastman [Presiden International Every Home For Christ]