Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

Menjaga Konsistensi

Menjaga konsistensi merupakan hal yang sulit dilakukan. Ketika pertama kali tiba di kampus ini, semangat juang saya sangat tinggi. begitu banyak perubahan yang pengen saya lakukan, agar kampus ini semakin baik. Tapi seiring berjalannya waktu, seiring sikap keras kepala, dan kultur yang kurang baik, perlahan semangat juang saya semakin berkurang. Itulah mengapa konsistensi itu adalah hal yang sulit. 

Baru 3 kali sih, saya membersihkan AULA berukuran 8 x 15 meter itu. Bangku-bangku saya atur dengan posisi yang sangat akurat, berdasarkan tile (keramik/tehel) -nya. Jadi pasti rapi, karena pengaturannya mengikuti garis lurus yg dihasilkan oleh tile tersebut. Satu hari kemudian dilakukan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Panitia SPMB langsung merombak formasi/posisi bangku-bangku, dengan tidak mengembalikan bangku tersebut ke tempatnya. Setelah SPMB, saya dan 3 orang mahasiswa mengubah posisi kursi kembali ke mode default versi Remuz wkwkwwkwk.....tapi ternyata hal tersebut tidak bertahan …

Pikiran yang penuh sampah

Sebulan yang lalu, aku bolak balik dokter gigi. Aku mengalami sakit gigi disertai pipi yang agak bengkak padahal sakitnya belom sampe sehari. Setelah ke dokter gigi, dijelaskan bahwa ternyata terdapat kumpulan nanah yang disebabkan infeksi bakteri di akar gigi atau dalam jaringan gusi di sekitar gigi. Dan parahnya, nanahnya itu berkumpul, membentuk benjolan dan akhirnya mencari jalan keluar melalui leher (jadi ada benjolan di leherku yang akhirnya pecah dan mengeluarkan nanah -.- ).

Karena ada pengalaman tidak menyenangkan dengan dokter gigi pada waktu kecil menyebabkan aku takut banged ke dokter gigi (padahal aku ini udah sering banged bolak balik dokter gigi). Karena aku seorang perantau, tinggal jauh dari orang tua, aku harus ke dokter gigi sendirian (aku tinggal dengan ade-ku tp ade-ku biasanya pulang kuliah udah malam n pacarku jauh banged), itu membuat aku benar-benar ketakutan.

Aku harus bolak balik dokter 5x selama sebulan sampai akhirnya gigiku bisa dicabut. Dan setiap kali ke …

Aku belajar tentang kasih

Kesalahanku di Sidang Skripsi

Kemarin saya membuat kesalahan fatal. Sejak pagi hari kekampus, saya meminta bantuan beberapa teman untuk membantu saya membersihkan ruang kuliah yang kotor. Ada 4 cewek yang membantu saya, salah satunya adalah mahasiswa yang akan sidang pada siang harinya. Karena dia sudah membantu saya, saya ingin memberikan reward kepadanya berupa "coretan-coretan" saya terhadap hasil koreksi skripsinya. Dari sinilah kesalahan itu bermula...
Ketika, dia membaca hasil evaluasi dari saya, sebelum dia maju, ternyata memberikan dampak psikologis yang buruk, karena dia langsung down saat melihat banyak sekali coretan dilembaran skripsinya. Ternyata ada beberapa kesalahan yang menyebabkan mahasiswa ini semakin down. Sehari sebelumnya, mahasiswa ini memberikan undangan kepada salah seorang dosen senior. Padahal nama dosen tersebut tidak termasuk dalam daftar penguji. Mahasiswa ini memberikannya kepada dosen senior ini pun karena prosedur yang tidak jelas..Sehingga dia menjadi semakin gugup.
Pad…

Lady in Waiting Chapter 4 - Wanita yang penuh Kebajikan

Gambar