Hati hati dengan kecepatan anda...!!

Hati hati dengan kecepatan anda...!!

Ada seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise. Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. 

Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya. "Buk....!!!!" Aah..., ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu. 

Sisi pintu mobil itupun cacat, tergores batu yang dilontarkan seseorang."Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. 

Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir. "Apa yang telah kau lakukan!?!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya." Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu. Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf. 

Aku Menikmati Pekerjaanku

Aku Menikmati Pekerjaanku

Salah satu hal yang paling suka kulakukan dalah hidup ini adalah berbagi. Berbagi berkat, berbagi pengalaman hidup, berbagi air mata dan berbagi banyak hal. Hal itu pula yang menyebabkan banyak orang mengasihiku. Aku senang berbagi karena, hal tersebut memberikan kebahagiaan tersendiri kepadaku. Ada rasa sukacita, ketika orang lain bisa menikmati dalam proses berbagi itu. Dari situ pula, rasa saling mengasihi muncul.

Saya sangat berterima kasih kepada Bapa disurga, karena memberikan saya karunia berbagi. Dan juga karena menempatkan saya di Papua. Setelah 11 tahun merantau, banyak sekali ilmu yang ingin saya bagikan. Sangat banyak hal yang saya pelajari dan ingin sekali saya bagikan kepada saudara2 saya di sini, papua. Yang saya pelajari bukan hanya mengenai hal2 yang berbau akademis, tapi juga mengenai hal-hal simple yang kadang tidak dilihat oleh orang lain. contohnya, meletakan barang, kembali pada tempatnya, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, dll.

Hal- hal simpel tersebut, kadang tidak diperhatikan oleh teman2 mahasiswa di sini. Nah, oleh karena itu, mulailah saya berbagi. Yg saya lakukan pertama kali, bukanlah langsung main perintah " hei kamu, angkat sampah itu !!" karena pasti gak akan berdampak dalam jangka panjang. Jadi pertama kali, saya yg buang, sapu,mengatur kursi dengan rapi....heheheh.....ngak tau kenapa, saya sangat menikmati proses itu...bahkan hari sabtupun, saya datang sendirian ke kampus untuk bersihkan lab, aula dan ruang kuliah. ( Di jurusan kami, gak ada Cleaning Services - jadi kotor )


Lady in Waiting Chapter 3 – Wanita yang beriman

Yang belum membaca chapter sebelumnya silahkan klik disini

Dimana ada para lelaki

Banyak wanita lajang menghabiskan waktu luang mereka dan bergabung dengan gereja-gereja, pergi ke seminar, retreat dan konferensi lainnya untuk mencari pria dalam mimpinya. Beberapa wanita berganti gereja karena mereka berada didaerah yang “tidak memiliki pria yang berprospek”. Wanita-wanita lain menghindari gereja-gereja yang tidak memiliki stok pria lajang yang mencukupi. Dimanakah letak fokus para wanita ini?? Pada situasi atau pada Yang Berdaulat.

Perjumpaan yang tidak direncanakan

Seorang wanita muda mungkin saja ingin menarik hati pria dengan cara menyanyi di paduan suara bukan karena ingin memuji Tuhan tapi karena ia ingin punya kesempatan duduk dekat pria “yang sedang diincarnya”. Don’t try this at home :P “sungguh suatu motivasi yan tidak murni untuk suatu tugas mulia.

Jika Tuhan ingin memberimu seorang pria, Ia tidak memerlukan usaha pandaimu membuat “perjumpaan tak direncanakan”. Bukan berarti kita menghindari pria dan berharap Tuhan akan mengejutkan kita dengan pilihanNya berdiri di depan pintu. Kita perlu bersosialisasi, berteman dan berpartisipasi dalam aktivitas yang melibatkan pria dan wanita, tetapi pekalah terhadap motivasimu setiap kali berada dihadapan “pria yang belum memiliki pasangan”. Amsal 16:2 berkata, “segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.”

Kita dapat mencegah saat-saat yang mengecewakan jika kita memeriksa hati kita setiap kali kita berhadapan dengan pria lajang. Gadis yang terlalu mementingkan penampilan fisiknya dapat menjadi begitu terobsesi untuk menemukan seorang pria sehingga ia mengabaikan manusia batiniahnya.

Mata Iman

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ibrani 11:1.

Wanita beriman, pengharapanmu tidak diletakkan di suatu masa depan yang diimpikan, pengharapanmu haruslah dalam Allah yang mengetahui masa lalu, masa kini dan masa depan, Allah mengasihi kita sehingga Ia mau memberikan yang terbaik bagi kita.

Dapatkah aku benar-benar mempercayakan semua harapan dan mimpiku kepada Allah? Bagaimanakah aku dapat bertemu dengan pria yang tepat dengan menggunakan mata iman? Pikiran-pikiran kuatir semacam ini didasari oleh ketakutan dan bukan iman. “Iman tidak menghilangkan pertanyaan-pertanyaan tetapi iman tahu kemana membawa pertanyaan-pertanyaan tersebut”. Roma 10 : 17 mengatakan “ Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”. Wanita yang beriman hanya akan dipuaskan dalam situasi sulit ini jika ia mengarahkan “mata iman”nya ke fokus yang seharusnya yaitu hubungan yang terutama – dengan Mempelai Pria Surgawinya (memiliki waktu yang berkualitas dengan Yesus dan membaca FirmanNya).

Perjumpaan Ilahi

Jika Tuhan ingin Anda menikah, Ia akan memfasilitasi perjumpaan itu. Anda tidak perlu takut akan apapun kecuali Anda mencoba “menulis naskahmu” dan bukan mengikutiNya. Yesus melihat hatimu dan Ia rindu memberkatimu dengan memberikan yang terbaik bagimu. Pilihlan hikmat dan kasihNya dibanding hikmat dan kasihmu sendiri. Pada siapakah Anda akan percaya – Kasih yang Kekal dan Segala Hikmat atau dirimu sendiri yang kecil dan terbatas? Banyak kesakitan kita didunia ini adalah akibat dari bersandar pada hikmat kita sendiri dan bukannya pada hikmat Bapa kita.

Pertemuan Antar Benua

Allah membawa yang terbaik dariNya bagi satu wanita, jauh-jauh dari Escondido, California, ke Kenya Afrika, dimana ia sedang melayani Tuhan. Dia tidak kuatir akan ketiadaan pria yang belum mempunyai pasangan. Setelah suatu pertunangan yang gagal dan beberapa tahun kencan yang tidak memuaskan, Vivian menjadi sukarelawan ke Kenya, Afrika untuk mengajar anak-anak misionaris. Tepat sebelum ia pergi ke Kenya, ia masuk ke sebuah Pemahaman Alkitab dimana ia bertemu dengan seorang pria Kristen bernama David. Jika saja ia tidak harus ke Afrika minggu itu, mereka mungkin dapat memiliki waktu untuk berkenalan lebih baik. Walaupun frustasi karena kenyataan pertemuan dengan seorang pria Kristen yang baik tepat sebelum pergi mengitari setengah dunia, Vivian mengikuti Tuhan ke Afrika dengan “mata iman”. Sedikit yang diketahuinya tentang naskah yang telah Allah tulis. Di pertengahan jangka waktunya di lapangan, sekelompok tim konstruksi datang dari Amerika Serikat untuk melakukan beberapa pekerjaan bagi akademi dimana ia mengajar. Tebak siapa yang menjadi anggota tim? Tepat sekali : David. David dan Vivian tidak hanya berkenalan, tetapi mereka juga menikah disana, di Kenya. Sama seperti Yesus membawa David pada Vivian, Yesus dapat membawa pasangan hidupmu kepadamu, di manapun kamu tinggal. Keadaan sekeliling dan lokasi geografismu tidaklah mengancam kehendak dan tujuan Allah.

Wanita yang beriman adalah wanita lajang yang tetap hidup dalam status lajang dan tidak mematikan rasa rindu mereka akan pernikahan, sebaliknya mereka telah merangkul Tuhan dengan begitu kuat sehingga mereka menghadapi perpanjangan masa lajang mereka dengan damai, bukan kepahitan. Wanita yang beriman tidak hanya menyenangkan Mempelai Pria Surgawinya, tetapi juga menjadi berkat bagi Mempelai Wanita Kristus.



Jika Anda mencoba memfasilitasi “perjumpaan ilahi”, Anda mungkin menata dirimu untuk suatu kehancuran yang mengecewakan. Dimana pun Anda berada, apapun situasi Anda, yakinlah bahwa Allah tahu dan memperhatikan Anda. Ia tahu dimana Anda dan apa yang Anda butuhkan. Ingatlah, Allah telah mengurus kebutuhan terbesarmu yaitu keselamatan, Ia tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua. Bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita???

Anda membuat keputusan terpenting dalam hidupmu, memberi hidupmu pada Yesus Kristus, “dengan iman”. Keputusan kedua terpenting melibatkan teman hidupmu. Keputusan ini juga menuntut iman. Menantikan teman hidup dan kemudian berkata “Ya” kepadanya menuntut iman yang terjamin, seperti iman Rut kepada Allah Israel.

Jika Anda telah dipenuhi oleh “pertanyaan-pertanyaan tak terjawab”, keraguan dan kegelisahan merujuk pada pasanganmu nanti, ambillah beberapa waktu untuk mengakui keraguanmu pada Allah dan menyerahkan kekuatiranmu itu pada tempatnya. Seperti 1 Petrus 5 : 7 katakan : “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Kekuatiran tentang ketiadaan teman hidupmu yang menyelusup ini bukanlah kenyataan, tetapi suatu kelemahan yang dapat ditangani oleh Kenyataan Yang Lebih Besar. Segera datang pada Yesus begitu penyusup itu tiba dan mintalah RohNya mengembangkan kualitas iman dalam hidupmu. Imanmu selama “masa penantian” menyenangkan Allah. Praktek semacam itu akan memperkuat kehidupanmu sebagai Wanita Yang Beriman. Banyak wanita lajang belum mengenali masa penantian yang sulit dan frustasi itu sebagai kelas yang sempurna bagi Wanita yang Beriman. Jangan bolos!!! Rangkullah malam-malam tanpa kencan dan dengan iman, beristirahatlah dalam kesetiaanNya.

Berharga aku dimataMU

Aku sering terusik klo ada orang yang menggunakan kata-kata “autis”. Aku juga ga setuju klo ada yang suka ngejek orang lain dengan sesuatu yang berbau rasis, bentuk tubuh, dls.

Setiap kita manusia diciptakan oleh Tuhan berbeda-beda. Berbeda warna kulit, bentuk wajah, jenis rambut, bentuk mata, bentuk hidung, bahkan DNA setiap manusia berbeda2. Kembar sekalipun pasti ada perbedaan diantara setiap manusia. Tuhan begitu luar biasa menciptakan setiap manusia.

Dalam Mazmur 139 : 13-16 berkata : Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Ini ada penjelasan yang aku kutip dari salah satu blog, yang menggambarkan proses pembuahan terjadi. Pembuahan adalah proses peleburan antara satu sel sperma dan satu sel ovum yang sudah matang. Proses pembuahan ini terjadi di bagian saluran Fallopii yang paling lebar. Sebelum terjadi proses pembuahan, terjadi beberapa proses sebagai berikut. Ovum yang telah masuk akan keluar dari ovarium. Proses tersebut dinamakan ovulasi. Ovum yang telah masak tersebut akan masuk ke saluran Fallopii. Jutaan sperma harus berjalan dari vagina menuju uterus dan masuk ke saluran Fallopii. Dalam perjalanan itu, kebanyakan sperma dihancurkan oleh mukus (lendir) asa di dalam uterus dan saluran Fallopii. Di antara beberapa sel sperma yang bertahan hidup, hanya satu yang masuk menembus membran ovum. Setelah terjadi pembuahan, membran ovum segera mengeras untuk mencegah sel sperma lain masuk. Hasil pembuahan adalah zigot dst sampai menjadi bayi yang sempurna.


Keren banged kan Tuhan kita, bahkan dalam kandungan kita pun, Tuhan sudah mempersiapkan segala sesuatu. Aku terpesona klo mendengar penjelasan bagaimana proses pembuahan bisa terjadi. Mungkin banyak dari kita berpikir itu sesuatu yang alami tapi menurutku semuanya itu bukan terjadi secara kebetulan tetapi Tuhan yang membentuk kita bahkan dari kandungan ibu kita. Tuhan bahkan memperhatikan sampai detail banged. Dan Tuhan menjadikan kita yang terbaik menurut padangan Tuhan.

Sedangkan kita manusia sering banged “memandang muka”. Kita akan lebih menghargai orang yang berkulit putih dan mulus, hidung mancung, rambut lurus, dls. Sedangkan yang hitam, hidung pesek, bermata sipit, sering jadi bahan ejekan. Sepertinya sudah ada standar dalam pikiran kita. Kita memakai ukuran, pola pikir, dan standar dunia. Menurut dunia yang cantik dan ganteng adalah bla bla bla bla, sedangkan yang jelek adalah bla bla bla bla. Kita akan lebih suka bergaul dengan orang yang menurut kita cantik dan ganteng, dan kita akan dengan santainya mengucapkan kata2 yang merendahkan untuk orang2 yang menurut kita jelek.

Taukah bahwa kita ga pernah bisa memilih bagaimana kita akan dilahirkan, ras kita apa, bentuk tubuh kita seperti apa, punya kekurangan fisik atau tidak. Semua itu Tuhan yang menentukan, jadi kita tidak punya hak untuk menilai buruk, mengejek dan bahkan menghakimi.

Dalam Yesaya 43:4a dikatakan : Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau
Jika Tuhan yang menciptakan manusia saja berkata bahwa manusia itu berharga, apalagi kita yang hanya adalah ciptaan?? Hei guys, kita tidak punya hak bahkan untuk menilai kekurangan fisik orang lain. Standar yang ditetapkan Allah adalah manusia berharga dimataNya. Bukan karena kulitmu putih, hidung mancung, mata bulat, tinggi, dls makanya kamu berharga. Karena kita itu ciptaanNya yang termulia makanya Tuhan Yesus rela mati untuk menebus hidup kita. Jadi sebagai anak2 Tuhan, kita juga harus memakai standar yang sama. Dan setiap kita yang telah ditebus oleh Tuhan harus sadar bahwa kita berharga, kita adalah anak Raja, Penguasa alam semesta, Children of Heavenly King

Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau luar biasa dalam hidupku. Membentukku bahkan dalam rahim ibuku, menyertaiku disepanjang hidupku, dan bukan itu saja, memandangku berharga dimataMu dan mengasihiku selalu


Tetap kerjakan panggilanmu....

Tetap kerjakan panggilanmu....

Setelah 11 tahun merantau ketanah jawa, akhirnya aku dapat kembali kepapua. Waktu 11 tahun kugunakan untuk menyelesaikan studiku dari SMU sampai ke S2. SMU ku tempuh di Petra Surabaya, S1 di Universitas Kristen Petra  Surabaya dan S2 di ITB Bandung.

Setelah masa yang lama, sekarang saatnya kembali dan membangun daerahku, papua. Banyak hal dan keinginan yang ingin kubagikan bagi tanah kelahiranku ini. Statusku saat ini sebagai dosen di salah satu universitas negeri di papua, turut memberikan kemudahan dalam berbagi dengan sesama.

Namun impian yang kualami kadang tidak sejalan dengan realita yang terjadi. Banyak sekali kenyataan yang tidak sejalan. Minat mahasiswa yang rendah, birokrasi yg ribet dan kondisi sdm secara keseluruhan yang  kurang  siap terhadap perubahan, kadang membuat impianku pupus. 

Namun ku percaya, visi yang besar butuh harga dan pengorbanan yang besar pula. Yang dapat kulakukan saat ini adalah tetap tekun mengerjakan pekerjaan ini, meskipun belum ada dampak.....

Tetap semangat !!
NB : Untuk kalian yg mengalami hal yang sama, tetap kerjakan panggilanmu
Berpakaianlah sesuai identitasmu

Berpakaianlah sesuai identitasmu

Beberapa waktu lalu aku membaca status fesbuknya kak Flo, gini nih bunyinya : “Angkat 2 jempol utk Bapak yg lagi duduk nunggu anaknya, langsung pindah ketika ada cewek pake celana pendek kurang bahan duduk depan dia” yang berikutnya “heran sama cewek jaman sekarang yang gak malu pake baju dan celana kurang bahan, apa yang mau dibanggain sih mba? #lifeohlife#”

Aku jadi ingat juga salah satu pendeta tamu yang berkhotbah di youth kami dan menceritakan pengalamannya (pendeta cowok pastinya) : Beliau diundang utk berkhotbah di salah satu gereja, pada saat memulai khotbahnya beliau agak gelisah dan risih karena ada beberapa jemaat cewek memakai rok “kurang bahan” dan duduk persis didepannya (pasti udah bergumul banged tuh pendeta) dan tanpa pikir panjang beliau meminta beberapa gadis tersebut pindah kebelakang (ada juga jemaat diminta maju kedepan yah, yang ini diminta pindah utk duduk dibelakang :P ). Kata beliau lagi, sekalipun saya pendeta dan sudah berumur 40an tahun, teteup aja tergoda melihat paha putih didepannya (nah lho!!!!)

Pendetaku dulu di Surabaya juga pernah mensharingkan soal ketemu cewek2 menggunakan baju dan celana kurang bahan di mall dan itu menjadi pergumulan beliau. Beliau harus menghilangkan memori jangka pendek (melihat tanpa disengaja, dan tidak melihat kembali ke arah yang sama) yang sempat terekam di ingatannya dengan menatap istri dan anaknya dalam2.

Lihat para cewek2!!! Pendeta yang rajin membaca Firman Tuhan, yang berkhotbah, yang menyampaikan apa yang menjadi isi hati Tuhan pun bergumul dengan dosa ini. Apalagi saudara2 lelaki kita?? Yang berdoa n baca Alkitab aja masih senen kemis (semoga tidak terjadi)..Mereka pasti berjuang agar tidak jatuh dalam dosa ini tapi apa yang terjadi, kita malah menjadi batu sandungan bagi mereka.

Seperti Firman Tuhan dalam 1 kor 8:9 menyatakan tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah atau dalam 1 Korintus 8:13 berkata karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Jadi apabila pakaian “kurang bahan” yang kupakai menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau memakainya lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Bukankah kita ada untuk saling membangun dalam iman, bukan untuk membawa saudara-saudara kita kedalam pencobaan.

Untuk cewek2 yang belum menikah : apakah anda ingin diperhatikan/dilihat dan menarik perhatian cowok2 diluar sana dengan pakaian anda yang “kurang bahan” itu? Ingat “umpan akan sesuai dengan tangkapan”. Jika kita menggunakan pakaian “kurang bahan” untuk menarik perhatian cowok2 diluar sana, berarti yang akan memperhatikan kita yah orang-orang yang menyukai melihat cewek2 yang memperlihatkan tubuhnya. Dan jika dia bisa melihat dan menyukai anda karena suka memakai pakaian “kurang bahan”, jangan salahkan klo dia juga suka melihat cewek2 lainnya yang suka memakai pakaian “kurang bahan”.

Untuk wanita2 yang telah menikah, apakah anda suka melihat suami anda melahap tubuh wanita2 diluar sana dan jatuh dalam dosa karena melihat wanita2 yang memakai pakaian yang “kurang bahan”

Saat memakai baju, bertanyalah kepada diri kita sendiri apakah pantas seorang anak Tuhan memakai baju seperti ini? Apakah saat para cowok2 melihatku, mereka tidak jatuh kedalam dosa? Apakah cara berpakaianku beda dengan orang yang tidak mengenal Tuhan? Apakah gaya berpakaianku lebih mirip dengan model majalah vogue yang mempertontonkan belahan dada mereka atau paha mereka?

Bertanyalah kepada ayah atau saudara lelakimu, apakah mereka merasa nyaman melihatmu berpakaian seperti itu? Jika mereka mengasihimu, aku yakin mereka akan menegurmu bila pakaianmu dapat mengundang nafsu para lelaki yang melihatmu.

Ingat standar yang ditetapkan Tuhan dalam Matius 5:28: Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Jadi ketika para lelaki itu melihatmu dengan tatapan yang “menginginkan” itu artinya mereka telah berzinah dan andalah yang membuat mereka jatuh dalam dosa perzinahan.

Hei para pria2 Allah, jagalah matamu. Dikatakan dalam Firman Tuhan sampai 3x, jika matamu membawa engkau dalam pencobaan cungkillah (ngeri oiii) :

Matius 5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Matius 18:9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

Markus 9:47 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka. dan para wanita2 Allah, jagalah saudara2 lelakimu dengan cara berpakaianlah yang sopan.

Hai wanita2 Allah, berpakaianlah sesuai dengan kewarganegaraanmu, identitasmu yaitu warga kerajaan Allah, anak Raja, yang membangun iman sesamamu, yang memancarkan terang Ilahi.

God bless you

Tips Komunikasi dengan pasangan :)

Dalam buku Love That Lasts, Gary dan Betsy Ricucci berbagi sepuluh tips komunikasi yang dapat menolong kita menghadapi konflik dlm hubungan kita :

1. Belajarlah mengekspresikan perasaan dan frustasimu dengn jujur, tanpa menyerang atau mempersalahkan partnermu (ams 11:9)

2. Pilihlah kata-kata, ekspresi dan nada bicara yg lemah lembut dan sopan. Jangan gunakan kata-kata yg mudah melukai perasaan atau yang mudah menyulut perdebatan (ams 15:1)

3. Jangan membesar-besarkan atau membumbui. Hindari kata-kata ekstrim seperti "tidak pernah" dan "selalu" (ef 4:25)

4. Berikan contoh yang nyata dan spesifik. Kalau perlu, buatlah catatan sebelum berkomunikasi. Hindari segala sesuatu yg bersifat umum

5. Bertekadlah untuk mencari jalan keluar, bukan mengumbar omelan. Membalas bukan tujuan kita. Tujuan kita ialah menyelesaikan masalah (Rom 12:17-21)

6. Dengarkan apa yg dikatakan, dirasakan, dan diperlukan pihak lain. Cobalah melihat apa yang menjadi akar permasalahannya (Yak1:19)

7. Jangan menyimpan kepahitan, kemarahan, beradu debat, atau mendiamkan konflik. Walaupun perasaan-perasaan îτϋ wajar, kita berdosa jika membiarkannya tetap άϑą (ef 4:26)

8. Jangan ragu mengakui kesalahanmu sendiri. Bersegeralah mengampuni partnermu. Pastikan kita tidak menyimpan kesalahannya dalam hati (Luk 17:3-4)

9. Tetaplah berkomunikasi dan saling bertanyalah sampai ќαмϋ tahu bahwa kalian berdua saling mengerti apa yang dikatakan dan dirasakan masing-masing orang. Sambil mencari jalan penyelesaian, masing-masing harus saling memberi dorongan (Rom 14:19)

10. Biasakan mulut dan hatimu mengatakan hal yang tepat pada saat yang tepat, dengan cara yang benar dan dengan alasan yang benar

Selamat mencoba :)

Jangan menunggu

Jangan menunggu

12 kata "Jangan menunggu " yg perlu dihindari :

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru memberi, tapi memberilah maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan...

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti. 11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Dan...Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang anda kenal...sehingga kita semua tersadar ;)

WE ARE EAGLES

Yesaya 40:31

Alkitab mengungkapkan berbagai analogi tentang umat Tuhan: l Cabang pada pokok anggur, l Garam,l Pohon yang tumbuh di tepi sungai, l Pembalap,l Cahaya di atas bukit, l Domba,l Atlit, l Prajurit

Yesaya secara khusus mengungkapkan Umat Tuhan bagaikan rajawali.

UMAT TUHAN SEHARUSNYA MENUMBUHKEMBANGKAN BERBAGAI KARAKTERISTIK UNGGUL BAGAIKAN RAJAWALI


I. ANTUSIAS untuk MEMBUAT TEROBOSAN BARU

Ayam hanya berkutat seumur hidupnya dengan mata terus menunduk kepda sepetak tanah yang dia kais-kais untuk mendapatkan cacing atau makanan apapun sedapatnya.

Rajawali terus membuat terobosan, dengan mata memandang ke langit lepas, sehingga cakupan penerbangannya semakin lama semakin luas.

Umat Rajawali! ( Lihat Keluaran 19:4).

Jangan seperti ayam yang terus menerus bergelimang dosa yang kotor dan berlumpur. Fokuskanlah pandang matamu kepada Tuhan dan perkara-perkara Surgawi!! Arahkanlah hatimu kepada visi illahi dan kembangkanlah cakupan pengaruh hidupmu kepada lebih banyak orang.

II. MENJUNJUNG TINGGI NILAI KELUARGA

Bertolak belakang dengan “Love Bird” yg rentan dirasuki “cilok” kpd siapa saja yg dekat. Rajawali tetap setia dekat maupun jauh kepada satu pasangan sampai maut memisahkan mereka. Kedua orang tua Rajawali bekerja sama sebagai team dalam membesarkan anak. Mereka bergantian mengerami telur, menjaga sarang, memberi makan dan melatih rajawali muda.

Keluarga Rajawali! (Lihat Ulangan 32:11-12)

Jangan puas sekedar jadi keluarga “love bird” nampak romantis di masa bulan madu dan harmonis hanya kalau berdekatan.

Jadilah Superteam yang committed dan complimentary – tetap setia dekat maupun jauh dan tetap bekerja sama saling memperlengkapi membangkitkan rajawali-rajawali muda yg tangguh.

III. HANYA MENGKONSUMSI MAKANAN SEGAR

Burung nazar itu malas sekali, sehingga dia berpuas diri dengan memakan bangkai yang terkadang sudah membusuk, Rajawali hanya makan diri dan keluarganya makanan yang paling segar walaupun harus diusahakan secara maksimal.

Umat Rajawali! (Lihat Mazmur 103:5)

Jangan biarkan kemalasan rohani memalingkanmu kepada obrolan, bacaan dan tontonan kotor yang mematikan kerohanianmu.

Peliharalah rasa haus dan lapar akan suara dan Firman Tuhan serta pernyataan kemuliaan-Nya senantiasa.

IV. TETAP BERKARYA DI TENGAH BADAI

Burung gagak suka sekali berkoak-koak, tetapi ketika badai datang mereka segera kabur dalam ketakutan.

Sebaliknya, Rajawali tanpa banyak berkoak-koak, justru menangkap draft termal dari badai tersebut yang memungkinkan dia untuk terbang lebih tinggi.

Berat tubuh Rajawali hanya 1,5 – 2,5 kg tapi dia dapat merentangkan sayapnya 8-14 meter dengan lebih dari 1200 bulu.

Keluarga Rajawali! (Lihat Yehezkiel 17:3)

Jangan seperti gagak yg banyak bicara tanpa hasil karya dan mudah menyerah.Sebaliknya, tanpa perlu banyak bicara mari terus berkarya nyata dan terus maju sekalipun diperhadapkan kepada banyak tantangan.

V. DISIPLIN untuk MEMBAHARUI KEKUATANNYA

Burung onta sangat kuat berlari sampai usia tertentu, tapi setelah itu dia akan semakin lemah dan semakin mudah “lelah” dan “jatuh”.

Rajawali secara disiplin dan berkala membaharui dirinya, sehingga dapat memperoleh kekuatan yang baru.

Ketika dia sadar bahwa kekuatannya melemah, Rajawali terbang ke puncak gunung tertinggi:

Mandi di bawah air terjun Berjemur di bawah sinar matahari

Mengebas-ngebaskan sayapnya sampai bulu-bulu tua rontok

Mengasah paruhnya di batu karang sampai tajam kembali.

Menanti dengan tekun sampai sayap baru tumbuh dan minyak baru melumasi bulu-bulunya.

Dia terbang kembali dengan kekuatan yang sama sekali baru.

Lihat Yesaya 40:30-31,

Rajawali Tuhan, camkan ini: Mereka yang bergantung kepada kekuatan, kekayaan, atau kepintarannya semata akan mudah merasa lelah dan pada waktunya terjatuh. Akan tetapi, mereka yang terus mendekatkan diri kepada Tuhan akan mendapatkan kekuatan yang terus dibaharui, sehingga dapat terus meraih kemenangan sampai akhir.

Tulisan dari Pdt.A.Mulyanto

Flickr Images