Lady in Waiting - Chapter 2 : Wanita yang rajin

Akhirnya kesampaian juga melanjutkan tulisanku yang sebelumnya. Yang belum baca, bisa liat disini

Mari kita lanjutkan..

Setiap orang yang sudah menikah membutuhkan waktu 3 kali lipat dibandingkan wanita
single jika ingin terlibat dalam pelayanan. Dia harus menyiapkan makanan untuk seisi rumahnya, menyiapkan anak-anaknya ke sekolah, mengurus suaminya, membersihkan rumahnya dn sejumlah kerepotan serta “kekacauan” lainnya. Aku bisa membayangkannya, pasti rempong banged..Ngurus diri sendiri aja repot apalagi ngurus orang lain..hehehehehe

Wanita
single memiliki kontrol yang lebih besar terhadap waktunya. Kita memiliki banyak waktu dan kesempatan yang dapat kita manfaatkan. Setiap orang percaya harus menggunakan waktunya dengan bijak.
Seperti dalam Efesus 5:5-17 (BIS) berkata : “Sebab itu, perhatikanlah baik-baik cara hidupmu. Jangan hidup seperti orang-orang bodoh; hiduplah sepeti orang-orang bijak. Gunakanlah sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada padamu, karena masa ini adalah masa yang jahat. Jangan bodoh, tetapi selidikilah apa yang dikehendaki Tuhan”.

Wanita
single dapat terlibat dalam pekerjaan Tuhan pada tingkat yang tidak dapat dicapai oleh seorang wanita yang telah menikah karena tanggung jawab dan gangguan yang dihadapinya sebagai isteri dan ibu. Namun parahnya, wanita single lebih sibuk dengan keadaan dirinya. Mengasihani dirinya sendiri karena kesepian dan ga punya pacar. Akibatnya dia tertekan secara emosi. Beberapa wanita berpikir bahwa hidup mereka belum lengkap apabila belum menikah. Mereka terus menanti dan menangguhkan kehidupannya menunggu pria idamannya datang dengan menggunakan kuda putih.

Daripada berkutat dalam kesendirian dan terus mengasihani diri, gunakanlah waktu-waktu itu sebagai hadiah dari Allah-kesempatan untuk melayani Allah.
Apakah hidup berkelimpahan itu hanya milik wanita yg sudah menikah? Apakah seorang istri dan ibu lebih puas dalam hidup dibanding seorang wanita single? Kehidupan itu memuaskan hanya jika kita melayani Tuhan, apapun keadaan kita.

Pada saat seseorang menikah, ia melepaskan waktu ekstra yang dia miliki untuk Tuhan. Dia harus menggunakan waktunya untuk menjaga dan memelihara keluarganya. Jadi sekaranglah waktunya, waktu yang dianugerahkan Tuhan untuk melayaniNya.

Melayani Tuhan bukan hanya berbicara mengenai menjadi singer atau pemain musik di gereja. Tetapi saat kita memberi perhatian untuk orang lain, memberi semangat kepada yang letih lesu, mendoakan yang sedang berbeban berat, menjaga orang sakit, memberkati orang lain lewat tulisan/sms yang menguatkan, mendengar keluh kesah orang lain dan masih banyak lagi. Intinya kita lebih memperhatikan kebutuhan orang lain, lebih dari kepentingan diri kita sendiri. Bukan hanya mengenai uang tapi menyentuh hati orang lain lewat kata-kata dan perbuatan kita, sharing mengenai kehidupan dan mengasihi orang lain dalam bentuk yang nyata.

Keterlibatan dalam pelayanan apapun menuntut pengorbanan. Lebih mementingkan kebutuhan orang lain dibandingkan diri kita sendiri.

Jadi ayo yang masih single, yang belum menikah, yang belum punya banyak tanggungjawab, gunakan waktu-waktu ini untuk melayani Tuhan.
Pasangan Hidup pilihan kita

Pasangan Hidup pilihan kita

Kita sudah sering mendengar kata-kata ini pastinya "jodoh ditangan Tuhan". Klo teman2 yang pernah ikut kelas SOLL (School of Lay Leadership) di Rajawali pasti udah tau tentang hal ini. Aku ingin membahasnya lagi, sekaligus me- refresh lagi pelajaran tentang “Jodoh ditentukan oleh diri kita sendiri”

Ada beberapa hal dalam hidup ini yang tidak dapat kita tentukan sendiri, dalam artian Tuhan telah menentukan buat kita, misalkan : kita berasal dari suku mana, dilahirkan dalam keluarga apa, warna kulit kita, dls. Kita tidak dapat memilih hal ini.

Tapi apakah Tuhan juga sudah menentukan siapakah pasangan kita?? Jawabannya : Tidak.

Bahkan seseorang ingin menikah ataupun tidak pun, itu adalah pilihannya sendiri. Seperti Mother Teressa, Rasul Paulus dan masih banyak lagi. Dalam 1 Korintus 7 : 35-38 dikatakan “35. Semua ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menhalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani tanpa gangguan. 36. Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia berlaku tidak wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa. 37. Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik. 38. Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik. 39. Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya”.

Kata-kata yang digarisbawahi diatas menyatakan bahwa Tuhan memberikan pilihan bagi kita. Kita bebas memilih untuk menikah ataupun tidak dan akan menerima konsekuensi dari pilihan kita tersebut.

Tuhan memang menyediakan bagi kita “orang-orang” yang bisa menjadi pasangan kita TETAPI Tuhan TIDAK menentukan siapa yang akan menjadi pasangan kita. Yang memilih adalah diri kita sendiri. Allah hanya menentukan standar yang seharusnya kita pakai untuk memilih pasangan kita.

Seperti halnya pilihan-pilihan lainnya dalam hidup kita, kita juga harus bertanggung jawab terhadap pilihan kita yang satu ini. Jadi kita tidak bisa menyalahkan Tuhan jika kita menikahi seorang pemabuk dan berakhir dengan dipukuli hingga babak belur, karena kitalah yang memilih “dia” untuk menjadi pasangan kita karena dari awal kita yang ngotot untuk menikahi “dia” dengan alasan cinta (hasil dari menikah karena cinta).

Oleh sebab itu kita perlu menggunakan standar Allah dalam membuat pilihan-pilihan dalam hidup terutama dalam menentukan pasangan hidup kita. Seperti kata beberapa orang : surga atau neraka di bumi ditentukan dengan siapa kita menikah nantinya. Bayangin aja, kurang lebih 30 tahun kedepan kita akan bangun disamping orang yang sama tiap harinya. Bertemu dan berinteraksi dengan orang yang sama tiap harinya.

Jika untuk makan sekali aja kita menentukan standar yang tinggi seperti harus bersih, ga pake MSG, enak, dls apalagi untuk hubungan seumur hidup? Seharusnya ini menjadi perhatian bagi kita. Ingat, pernikahan Kristen itu ibarat kita masuk melalui satu pintu dan ga ada jalan keluarnya alias sekali seumur hidup. Hehehehe, ngutip kata2nya ka flo. So, choose wisely

Udah dulu yah, sampe sini dulu..Besok-besok kita sambung lagi..God bless you

Hanya untuk Tuhan

Kadang kita bisa terpesona ketika melihat Tuhan memakai seseorang untuk mengubahkan hidup orang lain. Baik itu hamba Tuhan, penulis buku, penyanyi, ilmuwan-ilmuwan hebat atau siapapun dia.
Pasti ada juga keinginan dalam hati kita untuk mau juga dipakai oleh Tuhan seperti orang-orang tersebut.

Gw juga begitu. Gw suka membaca buku-buku, blog dan kisah-kisah inspiratif lainnya. Dalam hati gw selalu bilang begini, Tuhan gw juga mau hidup gw jadi berkat seperi dia, bisa jadi inspirasi lewat hidup gw, lewat apapun yang gw lakukan.

Salah cerita yang gw dengar saat menonton sebuah acara talkshow membuat gw sungguh terinspirasi,

Kala itu, Budi yang seorang pilot maskapai penerbangan Singapore Airlines itu hendak merencanakan liburan keliling dunia bersama keluarga.
”Sebagai pilo
t memang saya berhak mendapat cuti dan liburan keliling dunia dengan fasilitas first class,” ujar Budi mengenang.
Ketika sedang makan malam, matanya tertuju kepada sebuah tayangan di televisi.
Ia pun tertegun manakala melihat tayangan penderitaan anak-anak korban kerusuhan pasca jajak pendapat Timor Timur pada 1999 lalu.
Hatinya menangis dan menjerit ketika melihat anak-anak itu makan seporsi mie instan yang dibagi berdelapan. Ia dan istrinya kemudian saling pandang.
Mereka kemudian memutuskan membatalkan acara liburan keliling dunia.
Budi dan istrinya, Peggy kemudian bahu membahu mengumpulkan bantuan untuk para pengungsi itu.
Upaya Budi dan Istrinya ternyata mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan terutama teman-temannya.
Setelah menyalurkan bantuan itu, Budi yang tinggal di Singapura itu kemudian membuat rumah panti asuhan di Kupang, Nusa Tenggara Timur bagi korban kerusuhan pasca jajak pendapat Timor Timur.
Dan sampai saat ini B
udi dan isterinya sendiri yang mengurus panti asuhan tersebut.
Budi dan istri yang tak kenal lelah itu tahun 2009 lalu ia mendapat penghargaan CNN HEROE dari stasiun televisi berita CNN.

Yah seorang yang sibuk, memiliki harta berkelimpahan tapi masih juga memikirkan hidup orang lain. Saat ini rumah Budi di Singapura dan Jakarta hanyalah tempat transit sebelum melanjutkan perjalanannya ke Kupang untuk mengurus panti asuhan yang dia beserta istrinya dirikan.



Begitu banyak kisah sukses dan inspiratif yang dapat kita lihat. Kadang kita cuma melihat hasil padahal ada proses panjang dan harga yang harus dibayar untuk mendapatkan semua itu.

Ketika melihat hamba Tuhan yang luar biasa, gw tau pasti ada jam-jam doa yang konsisten, ada saat-saat teduh bersama Tuhan, ada harga yang harus dibayar, ada firman Tuhan yang tiap hari dibaca dan direnungkan, ada komitmen yang sungguh-sungguh mau hidup kudus, ada cobaan yang harus mereka menangkan tiap hari dan masih banyak lagi. Proses itu butuh perjuangan berat tapi hasil dari proses itu akan sangat memuaskan.

Gw berdoa sama Tuhan, Tuhan saat gw mau belajar menjadi inspirasi dan teladan buat orang lain itu artinya gw juga mau melewati proses-proses yang kadang sulit dilewati.
Namun satu hal yang selalu harus disadari yaitu kita melakukannya bukan untuk "dilihat" orang lain, dipuji orang lain tapi untuk kemuliaan nama Tuhan. Yang menjadi tujuan hidup kita bukan untuk menjadi sama seperti orang lain yang hebat, supaya kita dipuji dan dielu-elukan banyak orang tapi menjadi
seperti Kristus.

seperti dalam Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Ingat, jadi motivasinya harus bener dulu. Klo motivasi kita salah pasti akan lebih sulit dan kita pasti akan kecewa bila tidak ada pujian yang datang dari otang lain.
Coba kita mulai dari hal-hal yang sederhana, seperti : kita rajin belajar spy nilai kita bagus, biar bisa dipuji orang tua/orang lain atau emang supaya Tuhan senang, beres-beres rumah spy dibilang rajin/dipuji orang atau supaya Tuhan dimuliakan.

Gw juga merasa ditegur ketika merengungkan kembali ayat ini. Gw kuliah jauh-jauh dari rumah buat apa? Gw kerja di Jakarta buat apa? Gw melayani Tuhan di depan buat apa? Gw melakukan hal yang baik buat orang lain untuk apa? Supaya gw dipuji ato supaya Tuhan yang dimuliakan??

Ayo, terus jadi berkat dimanapun kita berada, bukan untuk dipuji orang lain tapi untuk kemuliaan nama Tuhan







Pelayanan Jim Yost di Papua

Pelayanan Jim Yost di Papua

"Saya hanya mau melayani ke tempat di mana orang lain tidak mau melayani dan masuk ke tempat di mana orang lain belum pernah dan tidak mau masuk," kata Jim Yost. 

Jim Yost berumur 13 tahun ketika ayahnya dipanggil pulang ke rumah Bapa di Sorga. Ibunya adalah seorang Kristen yang taat. Memasuki usia remaja tanpa figur seorang ayah membuatnya terombang-ambing oleh lingkungan, sehingga akhirnya ia terjerumus ke lembah kelam : narkotika. Hari-hari dilaluinya tanpa kedamaian. 
Dunia obat bius begitu menjeratnya sampai ia harus meringkuk dalam penjara. Namun Allah dengan kasih-Nya yang begitu besar menjamah Jim, sehingga ia masuk ke dalam rencana-Nya. Allah membawa Jim pada suatu rencana agung yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa ia akan menjadi seorang misionaris, apalagi ke tempat yang begitu jauh, yang sering disebut sebagai ujung bumi: Papua ! 

Perjalanan misinya dimulai ketika ia menjadi mahasiswa di sebuah seminari di California, USA, setelah pertobatannya. Sebenarnya Jim hanya ingin belajar satu tahun, tetapi entah karena apa setelah satu tahun dilewati di seminari itu ia meneruskan lagi sampai empat tahun. 

Jim mengatakan bahwa selain rektornya adalah mantan misionaris di Jamaika, sehingga pelajaran misi selalu ditekankan di semua kurikulum, juga banyak misionaris yang datang ke sekolahnya untuk mengajar. Ia tadinya tidak berpikir akan menjadi seorang misionaris karena ia hanya mau belajar Alkitab dan menjadi seorang gembala jemaat di California. 

Pada tahun ketiga ia belajar, ada sebuah jemaat di Oregon, USA, yang gembalanya baru kembali sebagai misionaris selama 30 tahun di Thailand. Jim bekerja sama dengan misionaris itu selama 2 bulan. Dalam waktu yang singkat itulah Tuhan menaruh visi untuk pelayanan misi sedunia ke dalam hati Jim. 

Setelah menyelesaikan tahun keempat ada praktek pelayanan ke luar negeri. Jim dikirim ke Korea Selatan dan Jepang. Tujuan praktek pelayanan ini adalah mencari peneguhan sehingga para mahasiswa tahu pasti kemana mereka harus melayani. Jim berada di Korea selama satu bulan dan di Jepang selama satu bulan. Selama di Korea, Jim merasa senang melihat gereja yang berkembang pesat. Namun panggilan Tuhan belum datang ketika ia berada di Korea. Saat berada di Kyoto, yang merupakan pusat penyembahan berhala di Jepang, pada suatu malam Jim berdoa semalam suntuk. 
Ia berkata kepada Tuhan, "Tuhan, saya tidak suka tinggal di negeri asing. Saya tidak suka makan makanan yang aneh. Saya tidak bisa berkomunikasi karena bahasa mereka lain. Saya tidak mampu. Saya tidak akan bisa menjadi seorang misionaris." 

Dan Tuhan menjawabnya dengan tegas, "Jim, engkau tidak bisa menjadi misionaris, tetapi Aku bisa menjadikan engkau seorang misionaris." 

Mulai saat itu Jim yang fasih berbahasa Indonesia ini sadar dan tidak mau bergantung pada kemampuan dan keinginannya sendiri. Ia hanya ingin bergantung kepada kemampuan dan kehendak Allahnya. Ia merasa punya kepastian bahwa akan datang harinya dimana Tuhan akan membawanya keluar dari Amerika dan melayani di luar negeri. Ia tahu pintu akan dibukakan dan itu pasti terjadi. 

Sekembalinya dari Jepang, Jim bersama istrinya kembali ke bangku kuliah untuk belajar Linguistik (Ilmu Bahasa) dan Misiologi selama satu tahun di Fuller Seminary, L.A. Ini adalah persiapan yang akan dipakai untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa suku terasing di Papua. 

Amazing Dedicated Man

Mungkin beberapa dari kalian juga mengikuti acara “American Idol 2011”. Gw juga suka acara ini, kualitas peserta American Idol nya bener-bener keren dah. Pokoknya suka banged suara mereka.

Salah satu peserta yang paling berkesan buatku adalah Chris Medina. Chris Medina jatuh cinta dengan Juliana dan bertunangan pada tahun 2007 serta merencanakan untuk menikah pada tahun 2009. Namun pada Oktober 2009, Juliana mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga Juliana mengalami kerusakan otak dan hampir lumpuh. Chris terus mendampingi Juliana selama masa-masa sulit yang dihadapinya..hmmm amazing dedicated man. Di tanggal mereka merencanakan untuk menikah, Chris menciptakan lagu untuk Juliana. Dan Dia tetap setia.


Pada saat audisi, Chris menyanyikan lagu untuk tunangannya dengan penuh keharuan. Satu hal yang paling gw suka juga adalah begitu banyak keluarga yang datang dan memberikan dukungan untuk Chris pada saat audisi dilakukan. Lebih banyak dari peserta lainnya. Gw tau mereka mendukung Chris karena kebahagiaan Chris adalah kebahagiaan Juliana juga.

Gw jadi berpikir, kadang saat perpisahan, penyakit atau kesulitan terjadi barulah keluarga bersatu, negara bersatu (begitu pula jika ada bencana alam dll). Masa kita harus menunggu sampai ada penyakit atau perpisahan baru bersatu, menunjukan perhatian dan kasih sayang?? Jangan tunggu sampai hal itu terjadi, selama masih ada kesempatan, tunjukkanlah kasih kita bagi orang-orang yang kita kasihi.

Pray For Japan and Indonesia


Berita yang paling hangat belakangan ini, yang hampir 24 jam muncul di media baik koran, televisi maupun internet yaitu gempa berkekuatan 8,9 SK dan tsunami yang melanda Jepang. Banyak korban yang berjatuhan, hilang entah kemana, kehilangan tempat tinggal, jalanan & banyak fasilitas yang rusak serta banyak masyarakat yang tinggal di pengungsian.

Kemarin saat aku menonton berita di televisi dan melihat guncangan gempa yang begitu keras sehingga membuat gedung-gedung yang tinggi seakan menara-nari karena goncangan gempa tersebut, saya tercengang. Tak ada satupun gedung yang roboh di Tokyo.

Ya, karena sering sekali terjadi gempa di negara ini maka pemerintah Jepang menetapkan peraturan mengenai standar kualitas bangunan tahan gempa. Juga setiap orang di Jepang mengetahui bagaimana menyelamatkan diri jika terjadi gempa, pelatihan-pelatihan terus menerus dilakukan di sekolah-sekolah, kampus- kampus, kantor-kantor juga di pasar dan mall.

Semua itu dilakukan untuk mengurangi jumlah korban jiwa dan kerugian akibat gempa yang terjadi.

Indonesia juga merupakan kawasan rawan gempa meskipun tidak sesering dan sedashyat Jepang. Tapi telah berkali-kali kita merasakan gempa di seluruh tanah air. Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi apabila Indonesia khususnya Jakarta dilanda gempa yang sedashyat Jepang. Apakah gedung-gedung pencakar langit itu dapat terus berdiri teguh??

Saat menyadari hal itu saya bersyukur, bukan karena Jepang terkena gempa tapi Indonesia khususnya Jakarta belum pernah mengalami gempa sedashyat itu dan saya berdoa semoga hal itu tidak pernah terjadi. Dan saya pun bersyukur Jepang terus berjuang menghadapi setiap tantangan dari alam sehingga dapat menjadi negara yang maju. Mereka bukan tidak memiliki kelemahan tapi mereka belajar dari kelemahan mereka dan menciptakan peluang-peluang untuk tetap maju.

Dan saya pun semakin terpesona akan kemahakuasaan Tuhan. Ia mampu melakukan apapun di bumi ini sebab bumi ini berada dalam tanganNya. Kita adalah ciptaan tanganNya, yakinlah jika Tuhan dapat mengendalikan bumi, apalagi kita manusia?? Dia mampu menjaga dan memelihara anak-anakNya.

#PrayforJapan #PrayforIndonesia

Bagi Tuhan tak ada yang Mustahil

Bagi Tuhan tak ada yang Mustahil

Saya suka sekali dengan lagunya sari ini. Musiknya enak. liriknya dalam banget...Moga kalian juga dapat menikmatinya....Lagu ini bienar-benar merefleksikan hidup saya. Sesungguhnya kekuatan hidup saya hanya karena Kasih BAPA saja...



KU YAKIN SAAT KAU BERFIRMAN
KU MENANG SAAT KAU BERTINDAK
HIDUPKU HANYA DITENTUKAN OLEH PERKATAAN-MU
KU AMAN KAR’NA KAU MENJAGA
KU KUAT KAR’NA KAU MENOPANG
HIDUPKU HANYA DITENTUKAN OLEH KUASA-MU

BAGI TUHAN TAK ADA YANG MUSTAHIL
BAGI TUHAN TAK ADA YANG TAK MUNGKIN
MUJIZAT-NYA DISEDIAKAN BAGIKU
KU DIANGKAT DAN DIPULIHKAN-NYA

Songwriter: Sari Simorangkir
C.I.N.T.A

C.I.N.T.A

Definisi Jatuh Cinta : Sebuah perasaan dalam hati yang tidak dapat dilukiskan tentang seseorang dengan harapan dapat memiliki, ingin membahagiakan dan tidak ingin terpisah. Josh Mc Dowell menyebutkan: "Cinta sebagai sesuatu yang diharapkan semua orang. Tanpa cinta manusia tidak sempurna. Kehilangan cinta manusia akan menjadi putus asa".

JENIS-JENIS CINTA:
* True-Love
Cinta yang memberi dampak positif dalam kehidupan seseorang; dia merasa berharga, dia lebih semangat dalam berkarier; mendorong untuk memiliki masa depan yang berkemenangan. True love selalu berakhir dengan kebahagiaan.
* False-Love
Cinta yang memberi dampak negatif dalam kehidupan seseorang; dia tidak maju, berkembang dalam dosa (seperti menjadi penipu, pembohong, berzina karena cinta, malas belajar). False love selalu berakhir dengan kehancuran.
* Captive-Love
Cinta yang membelenggu seseorang, sehingga tidak ada hal lain yang dipikirkan dan dikerjakan kecuali cinta. Akhir dari cinta ini biasanya kekecewaan.

PENYEBAB TIDAK MENDAPATKAN TRUE LOVE:
* Ketidakmengertian tentang arti cinta yang sesungguhnya
Banyak yang menghubung-kan cinta sebagai kesenangan sesaat atau daya tarik sexual yang menggiurkan.
* Ketidaksadaran akan tanggung jawab dalam cinta
Cinta bukan hanya "saya tertarik dan saya ingin mendapatkannya". Namun cinta adalah "TANGGUNG JAWAB". Tanggung jawab di sini membutuhkan kedewasaan dan visi hidup yang jelas, apa setelah jatuh cinta ini ? (Berarti ketertarikan tidak boleh selalu dihubungkan dengan jatuh cinta).
* Terlalu tertipu dengan romantika dan pengalaman sexual
Televisi dan majalah serta buku-buku menggambarkan jatuh cinta sebagai pengalaman romantis yang membawa pada pengalaman sexual, mulai dari yang ringan seperti pelukan, ciuman, hingga yang berat seperti hubungan sex. Namun hal tersebut adalah menyesatkan karena romantika dan sex adalah pengikat perkawinan dan bukanlah bumbu cinta.
* Tidak menghubungkan cinta dengan penciptanya
Banyak orang muda justru menjadikan cinta sebagai sesuatu yang tidak boleh dihubungkan dengan kerohanian. Ini salah besar. Justru orang yang jatuh cinta harus berdoa dengan benar, apakah ini kehendak Tuhan ?, ataukah hanya gejala ketertarikan kepada lawan jenis sebagai konsekuensi gejolak kemudaan.

Natal segera tiba

Natal segera tiba


Hi guys…everything alright??
Sekarang dah tgl 11 Desember,dah mulai musim hujan,n klo jalan2 ke mall pasti terasa bgt suasana Natal..ga terasa ya bentar lagi Natal…Dan seperti biasa,semua sms yg masuk baik dari teman SMP,SMA dan kuliah hanya menanyakan…Kpn plg?? _Pertanyaan yg plg menyedihkan bagiku_…
Aku ga bisa pulang ke rumah,karena libur cuma sehari..artinya Natal di JKT..huhhhhhh..Padahal,waktu2 yg plg kutunggu2 adl Natal bersama keluargaku…
Aku jadi teringat,tahun lalu aku juga ga plg karena menunggu Sidang TA. Ada perasaan was-was,khawatir,dls..Aku ga bs sepenuhnya berlibur karena dibenakku masih ada Sidang TA yg menanti..Aku jg berpikir Natal tahun lalu akan jadi Natal yg tidak mengenakkan utk diingat, ternyata…Aku menghabiskan waktu Natalku bersama-sama teman2ku yg sekarang dah pada jauh..oh,I miz u soo guyz..Jadi aku bersyukur,bila tahun lalu aku menghabiskan waktuku bersama mereka..

Akhirnya aku lulus juga...

Satu maret adalah tanggal penting dalam hidup saya. Tanggal yang penting dalam satu perjalanan unik hidup ini hehehe. Pada tanggal tersebut, saya dinyatakan lulus oleh tim penguji. Pada tanggal tersebut, beban yg dipikul sejak Februari 2008 telah terlepas...Bersyukur sekali untuk penyertaan Tuhan yang luar biasa yg DIA kerjakan dalam hidup saya.

Saya sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah saya sejak semester ke 3 (2009). Namun karena kesibukan saya yg banyak, maka Tesis saya bisa diselesaikan pada saat ini..Saya disibukan oleh pekerjaan sampingan  di bandung, survei, ke Indonesia Timur, Proses Seleksi untuk menjadi dosen, sehingga waktu saya untuk fokus mengerjakan tesispun terbuang.

Akhirnya setelah perjuangan selama 1,5 tahun dengan 3 judul tesis yg berbeda, dan diskusi berat selama 1 jam, saya dinyatakan lulus...Satu hal yang pasti yg saya pelajari selama proses tersebut adalah bagaimana Penyertaan Tuhan tidak pernah lepas dalam hidup saya. BAPA yg baik setia menjaga dan memimpin hidup saya.. 

Jadwal sidang saya adalah jam 11 siang. Namun karena saking gugup, saya datangnya dari jam 09, hanya untuk mempersiapkan segala sesuatu, agar beres...setelah semua saya siapkan. Saya cb presentasi kembali dihadapan kursi2, + menggunakan stopwatch, agar saya tidak melebihi waktu yg disediakan.  Lama presentasi 15 menit. Setelah itu jalankan programnya dan pastikan simulasinya berjalan dengan baik dan aman...
Setelah beres semuanya, ternyata masih tersisa waktu sejam. Nah waktu sejam itu saya gunakan untuk berdoa di ruang sidang. SAat itu memang cuma saya sendiri yg sidang, jadi saya bisa gunakan semau saya. Saya mendoakan semua penguji, dan saya sendiri, agar di beri hikmat, ketenangan, damai sejahtera dan pengetahuan..berdoa agar BAPA hadir saat itu dan menjaga saya. berdoa agar meskipun cm berlima dengan dosen pembimbing, ada ribuan malaikat Tuhan yg bersama2 dengan saya pada saat itu..

Flickr Images