Yusuf Arimatea & Refleksi tentang Iman

Lukas 23 : 50 -56a

Melalui pembacaan ini, Alkitab mengajarkan mengenai satu pribadi, Yusuf Arimatea. Yusuf Arimatea merupakan anggota majelis besar - majelis yang bermufakat untuk menyalibkan Yesus. Pergumulannya untuk menurunkan mayat Yesus dan menguburkannya secara layak merupakan hal yang sangat riskan. Dia bukan saja mempertaruhkan jabatan, penilaian orang, bahkan nyawanya pun menjadi taruhannya (bandingkan dengan yohanes 19:38-42). Namun Yusuf memilih untuk tetap  memberanikan diri menghadap pilatus dan menguburkan Tuhan Yesus.

Gambaran awal tentang Yusup dijelaskan seperti artikel renungan berikut:
"Yusuf dari Arimatea termasuk orang beriman yang berani ambil risiko. Perhatikan apa yang ia lakukan: ia mengurus segala sesuatu agar Yesus menerima penguburan yang layak (ayat 52-53). Sebelum peristiwa ini, nama Yusuf dari Arimatea tidak pernah disebutkan, apalagi dinyatakan sebagai pengikut Kristus. Ia adalah anggota Majelis Besar (ayat 50), sutradara di balik drama penyaliban Yesus. Bertentangan dengan putusan Majelis yang membuat Yesus tampak sebagai penjahat, Yusuf memperlakukan Yesus sebagai Pribadi terhormat. Tindakannya memperlihatkan iman, kasih, dan keberpihakan pada Yesus di tengah komunitas yang membenci-Nya. Tidakkah itu berisiko merusak reputasi dan kedudukannya?"

Dipandang dari keseluruhan kisah, peran Yusuf dari Arimatea tampak kecil dan sederhana. Namun, bandingkanlah sikapnya dengan murid-murid lain yang justru bersembunyi karena takut disangkutpautkan dengan Yesus (lihat Matius 26:56). Iman membuat Yusuf berani mengambil risiko dalam bertindak. Apabila iman kita membuat kita harus mempertaruhkan nama baik, harga diri, jabatan, bahkan nyawa kita, beranikah kita mengambil sikap seperti murid Yesus ini? Selamat beriman!

1 comments:

kunjungan gan .,.
bagi" motivasi
keberuntungan selalu menghampri kita
hanya saja kita yg trkdng tdk brfkir demikian.,.
si tunggu kunjungan baliknya gan.,