Pekerjaan atau Panggilan

Pekerjaan atau Panggilan

Saya suka renungan saya pagi ini dari renungan harian, sebuah renungan singkat tentang bagaimana kita memandang pekerjaan/tanggungjawab yang diberikan kepada kita... moga bisa memberikan pandangan yang berbeda untuk kita semua...


Baca: Yohanes 17:1-8 

Apakah Anda bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Pada kedua hal tersebut terdapat perbedaan pandangan dan pemaknaan yang sangat besar terhadap natur kerja. Jika kita bekerja untuk hidup, maka pekerjaan sekadar menjadi sarana untuk sesuatu yang lain. Tak heran banyak orang ingin segera memiliki “kemerdekaan finansial” supaya tidak lagi harus melelahkan diri bekerja mencari uang. Jika kita hidup untuk bekerja, maka pekerjaan menjadi sasana di mana kita mempersembahkan hidup kita bagi kemuliaan Tuhan. Tuhan menghendaki kita mengasihi dan melayani Dia, dan pekerjaan menjadi cara kita melakukannya. 

Hari ini kita membaca catatan doa Tuhan Yesus menjelang akhir hidup-Nya. Memperhatikan doa-Nya, kita tahu tujuan hidup Yesus adalah agar Bapa dikenal dan dimuliakan. Yang menarik adalah cara Yesus melakukannya: “dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku ...” (ayat 4). Dan, kita diutus ke dalam dunia sebagaimana Kristus telah diutus (ayat 18). Kata pekerjaan dalam bahasa Inggris adalah vocation, yang berasal dari bahasa Latin vocatio yang berarti panggilan. Pekerjaan dan panggilan seharusnya merupakan hal yang sama.

Apakah Anda menghayati pekerjaan Anda sekarang sebagai panggilan Tuhan? Menemukan panggilan bukan hanya berlaku ketika seseorang menggumulkan menjadi pendeta atau misionaris, tetapi seharusnya meliputi semua vocation lainnya. Hanya dengan demikian kita baru bisa mengalami pekerjaan yang otentik, di mana kita memiliki pekerjaan yang tepat, untuk alasan yang benar, dan menikmati hasil-hasilnya.—JOO

Kota Kuala Kencana

Kalo ditanya  kota apa di Papua - Bahkan indonesia - yang mempunyai tata kata paling bagus dan mendukung green development (pembangunan berkelanjutan ), jawaban saya hanya kota  Kuala Kencana !

Kota ini merupakan kota yang dibangun oleh freeport yang berfungsi untuk memfasilitasi kebutuhan staf-staf yg bekerja di freeport. Semua fasilitas, termasuk supermarket, pabrik pendukung, SPBU, Taman, Lapangan Golf, Perumahan, Alun-alun, semua tersedia di sini.

Keliatan banget kalo sebuah kota direncanakan dengan matang, dan dikerjakan oleh tenaga ahli yg profesional, memang akan menghasilkan maha karya yang luar biasa, sama seperti kota ini...

Perjalanan Menuju kota ini  dapat ditempuh sekitar 15-30 menit dari kota Mimika. Ok, to the point aja, ini foto2nya :D

Jalanan di Kota Kuala Kencana

Alun- Alun Kota Kuala Kencana

Perumahan di Blok Perumahan Kualan ( Tidak Boleh Injak Rumput + BuatPagar )



Manis Pahit menjadi Pendidik (Dosen)

Hari ini Fakultas MIPA Uncen  menyelenggarakan Yudisium, sebagai tanggungjawab fakultas terhadap beberapa anak yg sudah selesai melaksanakan tanggungjawab perkuliahannya.  Sekitar 60an peserta Yudisium memenuhi Aula fakultas MIPA. 

Proses yudisium di Mipa sendiri berlangsung dengan sederhana namun tetap memberikan kesan yang mendalam bagi semua alumni, mahasiswa dan juga untuk saya pribadi. Momen yang paling ditunggu-tunggu tentu saja pemanggilan nama peserta Yudisium untuk maju, mendapatkan Surat Keputusan, dan pengalungan medali fakultas..

Kesan mendalam yg saya rasakan tentu saja berhubungan dengan beberapa mahasiswa bimbingan saya yang hari itu juga turut di wisuda. Ada rasa bangga, senang, bahagia, semuanya bertumpuk menjadi satu.. Bersyukur karna saya juga bisa mengambil bagian dalam proses pembentukan diri mereka, bersyukur karna saya dapat memberikan sedikit dampak kepada mereka...

Dari Jurusan Matematika, ada sekitar 9 orang yg di yudisium, dan 2 di antaranya kelahiran 1982 - sebenarnya mereka lebih pantas memanggil saya adik. Namun selama ini mereka selalu memanggil saya dengan "bapak" wkwkwkwk sesuatu yg cukup lucu menurut saya...hahahha...Dari sini saya bersyukur karena mereka menghargai kami, pengajar tanpa memandang beda usia di antara kami...

Seru juga ketika saya memeluk beberapa lulusan cowok, ada juga yg meneteskan air mata :D. Dan itu menjadi kekuatan juga bagi saya -dan kami semua pendidik/dosen - untuk bisa bekerja lebih baik lagi.

"Masa kuliah adalah masa terakhir dari proses belajar di institusi formal. Setelah terjun dalam dunia kerjaan, hal itu menjadi sesuatu yg mahal.. Jadi ketika kita diberi kesempatan untuk belajar / mengajar orang lain. Gunakanlah dengan sungguh- sungguh :D"


Valentine Day ?

Ada banyak pro kontra yang membahas mengenai ke"valid"an dari perayaan valentine. Apakah hal tersebut merupakan hal yg layak untuk kita lakukan..? Apa dasar alkitabnya? dan berbagai pertanyaan lainnya.  Semoga perenungan singkat ini dapat membantu  kita memahami esensi dari kasih itu sendiri.


Asosiasi kartu ucapan AS memperkirakan satu miliar kartu Valentine dikirim tiap tahun di seluruh dunia. Hanya Natal yang menandinginya. Tahukah Anda bahwa 14 Februari sebenarnya sudah dihapus dari kalender gerejawi? Ini karena latar belakang sejarahnya sangat diragukan. Kemungkinan perayaan ini berkaitan dengan Lupercalia, festival kesuburan dengan ritual penghormatan dewa-dewi dan lotere pasangan lawan jenis. Identitas St. Valentinus yang namanya dipakai untuk perayaan ini juga kurang jelas. Pastur dari Roma, uskup dari Terni, atau martir di Afrika? 14 Februari adalah tanggal kematian mereka sebagai martir. Jauh dari konotasi cinta romantis.
 Hiruk pikuk perayaan bisa jadi justru membuat kasih makin dangkal dimaknai. Padahal, kasih adalah hal yang esensial dalam iman kristiani. Firman Tuhan menyatakannya dengan ringkas dan gamblang: Allah adalah kasih; kasih berasal dari Allah (ayat 7-8). Jadi, bagi anak-anak  Allah, kasih semestinya merupakan identitas keluarga. Dari bacaan Alkitab hari ini kita mendapati bahwa kasih diperintahkan, diteladankan, disempurnakan oleh Allah bagi kita (ayat 11, 17). Kasih dimungkinkan melalui pengalaman kita menerima kasih Allah (ayat 10, 19) dan ditumbuhkan melalui pengenalan kita akan Dia  (ayat 16-18).


Kekristenan tanpa kasih adalah sebuah omong kosong. Hari ini, mintalah Tuhan menyelidiki hati kita: Bagaimana kasih saya kepada Allah? Kepada sesama? Dunia membutuhkan dan menantikan anak-anak Allah mencerminkan dan menceritakan tentang kasih-Nya yang mulia. Pertumbuhan kita dalam kasih merupakan tanda bahwa kita tinggal di dalam Allah.

Artikel di atas semakin memperjelas kepada saya, bahwa kasih sebenarnya menjadi gaya hidup orang kristen. Menjadi salah satu penanda bahwa Allah hidup dalam kita.
Meskipun belakangan ini, kasih menjadi barang langka, mari kita tetap berusaha untuk membagi kasih kita kepada sesama :D

Persekutuan yang sejati.

Persekutuan....itu juga merupakan salah satu pergumulan yang saya hadapi.."bagaimana memahami persekutuan yang sebenarnya berdasarkan alkitab"?..Apa benar persekutuan yg sudah saya lakukan selama ini ?
 Sebuah renungan singkat tentang persekutuan ini semoga dapat membantu pemahaman kita tentang persekutuan.

 Kisah Pr. Rasul 2:41-47 
Persekutuan merupakan salah satu istilah yang sangat umum dalam kekristenan. Sayang, istilah ini sering dimaknai secara dangkal. Bagi kebanyakan orang, kata ini sudah berarti sama dengan pertemuan ibadah (“Datang ke persekutuan”) atau suatu perkumpulan rohani (“Menjadi pengurus persekutuan”).

Kata persekutuan dalam kehidupan jemaat mula-mula diterjemahkan dari kata Yunani koinonia (ayat 42), yang secara harfiah berarti “memiliki atau berbagi suatu hal bersama”. Perhatikan bacaan Alkitab kita, dan kita dapat menemukan banyak hal yang dimiliki dan dibagikan secara bersama di antara jemaat mula-mula, baik dalam kehidupan rohani maupun keperluan jasmani. Itulah yang terjadi ketika koinonia berfungsi sepenuhnya. Pertemuan raya di Bait Allah dan perkumpulan di rumah-rumah menjadi penting karena melaluinya jemaat mengalami koinonia (ayat 46). Persekutuan yang berfungsi sepenuhnya memikat hati banyak orang untuk datang dan beroleh selamat (ayat 47). 

Sekadar kehadiran atau bahkan kepengurusan pada sebuah persekutuan tidak sama dengan hidup dalam koinonia. Persekutuan yang sejati perlu memiliki koinonia dalam visi, komitmen, dan praktik hidup sehari-hari. Kita hidup dalam zaman di mana ketidakpedulian pada orang lain dan keberpusatan pada diri sendiri mejadi nilai-nilai umum. Adakah dunia menemukan oasis yang memenuhkan dahaga mereka akan koinonia di tengah persekutuan orang percaya? Bagaimana dengan persekutuan di tempat Anda berada?


Moga aja renungan ini dapat mengubah paradigma kita tentang persekutan...
oh iya, ini teman2 persekutuan saya, tempat saya saling berbagi dan mengasihi dengan mereka...

Ade2 Pas waktu Sy mau berangkat

Teman, ...eh salah. SAUDARA terkasih di Pelayanan Mahasiswa..ketua,bendahara n litbang sudah duluan merrid...sekretarisnya blom hehehehe

Dwight L. Moody

Dwight L. Moody

Dwight L. Moody dilahirkan di Northfield, Massachusetts, pada tanggal 5 February 1837 dari pasangan Edwin Moody dan Betsey Holtom. Ayahnya bekerja sebagai seorang tukang batu. Ayahnya meninggal saat Moody masih kecil dan dalam masa kesusahan mereka. Sejak itu ibunyalah yang bekerja keras membanting tulang untuk membesarkan anak-anaknya menjadi orang-orang dewasa yang baik.

Masa kecil Moody dilalui sebagaimana anak-anak kecil lain di tempatnya. Ia bersekolah, dan pada musim panas ia bekerja untuk menggembalakan lembu tetangganya dengan upah satu sen sehari. Moody  merupakan anak yang periang dan humoris, tapi juga terkadang nakal dan menjadi pengacau di kelasnya.
Sampai suatu saat Moody berhadapan dengan gurunya yang menegur perbuatan Moody dengan kasih dan teguran itu membuat Moody menyadari kesalahannya.

Jalan-Jalan ke Kawah Putih & Situ Patenggang

Situpatenggang merupakan objek wisata di daerah jawa barat. Banyak pemandangan menarik yg dapat kita jumpai di daerah ini. Pada bulan april 2011, saya kedatangan beberapa tamu spesial, pada momen wisuda saya, ada NURA, ADE :D, (sorry, lupa ditulis ade2 sayang...heheheh) juga Welly, Maya, Akhung, Isana, Hestin, Lista, dan Merlin :D.

Kami sempatkan diri untuk main2 ke Tempat wisata di Bagian selatan bandung ini. Perjalanan dari bandung dapat ditempuh sejauh 2 jam-an. Dan rute yg paling di rekomendasikan adalah lewat  Leuwi Gajah -Cimahi :D..
Berikut adalah gambar-gambar pemandangan yg diambil selama perjalanan ke Kawah Putih dan Situ Patenggang.

  • Kawah Putih
Pintu Masuknya Kawah Putih neehh

Sama-sama ferdi, sahabatku di bandung

Mengecek Kondisi Power Supply Rusak/ Tidak

Kemaren komputer saya gak bisa nyala seharian. Saya jadi ingat kata teman saya bagaimana cara mengecek  bagaimana mengecek PSU (power supply unit) yg error. Berikut ini langkah-langkahnya :
 Siapkan PSU, dan persiapkan sambungan kabel (saya biasa menggunakan salah satu kabel LAN, atau bisa menggunakan klip kertas.
1. Cari kabel yang berwarna hijau dan hitam, kemudian hubungkan dengan menggunakan klip kertas tersebut.

2. Colokkan kabel powernya ke listrik 
3. Kalau Kipas Power Suplly berputar berarti power supply nyala dan sebaliknya.
4. Akan tetapi Kipas Power Supply berputar belum tentu menandakan bahwa power supply itu bagus, karena ada banyak kasus power supply ATX itu mengalami arus/daya drop sehingga ketika disambungkan ke mainboard dan dibebani dengan harddisk, Komputer tetap tidak nyala / mati tapi kondisi fan masih berputar. Kondisi inilah yang dinamakan Power Supply Ngedrop.

Kalo gambarnya, silahkan  cek seperti gambar berikut ini :


Contoh penggunaan pada pin 20

Pada pin 20 dan 24 mekanismenya sama aja, hal ini dimungkinkan. Berikut ini spek detail dari tiap pin pada PSU.
Nah setelah dicek, ternyata PSU ku masih baik, makanya saya dapat memperbaiki....jadi deh :D

Flickr Images