Pikiran yang penuh sampah

Sebulan yang lalu, aku bolak balik dokter gigi. Aku mengalami sakit gigi disertai pipi yang agak bengkak padahal sakitnya belom sampe sehari. Setelah ke dokter gigi, dijelaskan bahwa ternyata terdapat kumpulan nanah yang disebabkan infeksi bakteri di akar gigi atau dalam jaringan gusi di sekitar gigi. Dan parahnya, nanahnya itu berkumpul, membentuk benjolan dan akhirnya mencari jalan keluar melalui leher (jadi ada benjolan di leherku yang akhirnya pecah dan mengeluarkan nanah -.- ).

Karena ada pengalaman tidak menyenangkan dengan dokter gigi pada waktu kecil menyebabkan aku takut banged ke dokter gigi (padahal aku ini udah sering banged bolak balik dokter gigi). Karena aku seorang perantau, tinggal jauh dari orang tua, aku harus ke dokter gigi sendirian (aku tinggal dengan ade-ku tp ade-ku biasanya pulang kuliah udah malam n pacarku jauh banged), itu membuat aku benar-benar ketakutan.

Aku harus bolak balik dokter 5x selama sebulan sampai akhirnya gigiku bisa dicabut. Dan setiap kali ke dokter gigi aku mengalami ketakutan yang sama.

Hatiku dipenuhi ketakutan sampai-sampai aku keringat dingin dan saat dokter gigi memasukan alat-alat yang harus digunakan ke mulutku, aku bisa sampai gemetaran. Menghadapi ketakutanku, aku ga mau kalah. Aku mau kalahkan semua ketakutanku. Dan aku percaya bahwa aku mampu bila Tuhan besertaku.

Apa yang menjadi "sampah" dalam pikiran kita? Apakah ketakutan, kekhawatiran, kebencian, kemarahan, kekecewaaan atau hal-hal buruk lainnya yang mempengaruhi pikiran kita? Paulus dalam 2 Korintus 10 : 5b berkata : "Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus". Jadi kita bisa menolak sampah-sampah itu, kita punya pilihan supaya "sampah-sampah" itu tidak mempengaruhi pikiran kita.

Dan tidak sampai disitu saja, kita tidak cukup menolak "sampah-sampah" yang akan mempengaruhi pikiran kita tapi kita juga harus mengisi pikiran kita dengan "semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" seperti yang disebutkan dalam Filipi 4:8.

Bagaimana caranya? Tentu saja dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Ketika ketakutan datang, aku akan katakan pada diriku sendiri :

Semua perkara dapat Welly tanggung, didalam Yesus yang memberi kekuatan kepada Welly

Sekalipun Welly berjalan dalam lembah kekelaman, Welly tidak takut bahaya, sebab Yesus besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur Welly.


Ketika kekhawatiran datang, aku akan katakan pada diriku sendiri :

Janganlah kuatir akan hidup Welly, akan apa yang hendak Welly makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuh welly, akan apa yang hendak Welly pakai.
Jika burung gagak dan bunga bakung saja Tuhan pelihara, betapa jauh lebih berharga Welly melebihi burung-burung dan bunga bakung itu!

Janganlah hendaknya welly kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginan welly kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Ketika amarah datang, aku akan katakan pada diriku sendiri :

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Bangkitkan iman kita, isilah pikiran-pikiran kita dengan Firman Tuhan, dan melangkahlah sesuai dengan kehendakNya :)

3 comments

aku juga mau nulis hal yang mirip Wel, iman timbul dari pendengaran. apa yang kita dengar mpengaruhi apa yang kita ucapkan dan lakukan, jadi kalo ngucapin FirTu, wahhh.....kebayang ga piye? ^^

Oh yah?? bagus tuh..Semakin sering mendengar Firman Tuhan, iman kita akan semakin dikuatkan..Tapi yang harus diingat, iman tanpa perbuatan itu mati..ayo semangat menulisnya :)

ya bu...harus dilakukan, hehehehehe ^^