Demo, Pemalangan dan Krisis Pemimpin di Papua

Demo, Pemalangan dan Krisis Pemimpin di Papua

Pemalangan Kampus merupakan makanan sehari-hari dari mahasiswa Universitas Cenderawasih. Dalam seminggu ini, telah terjadi pemalangan selama 4 hari, yang mengakibatkan kegiatan belajar mengajar berhenti 90% - Kalo sebelum jam 8, masih belum terjadi pemalangan, jadi masih bisa masuk kampus.

Sejauh ini isu tentang pemalangan adalah seputar referendum, pelanggaran ham dan kritik terhadap fasilitas yang diperoleh mahasiswa. Ada beberapa isu yang mengatakan bahwa yang melakukan demo ini sebagaian besar bukan mahasiswa.

Beberapa Permasalahan yang kemudian mengemuka adalah;
1. Kenapa tidak ada tanggapan dari pihak uncen ?
2. Masa tidak ada tindakan tegas dari pihak-pihak terkait mengenai realita yg sudah terlalu terbiasa ini.?

Sebenarnya banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yg terbesit di pikiran mengenai realita yang terjadi di Uncen. "Kok bisa, mahasiswa sudah tidak menghargai dosen ?, bahkan pimpinannya sendiri?" sampai tidak ijinkan pihak dosen/staf akademik/ pimpinan kampus turun/meninggalkan kampus.Polisi bahkan tidak melakukan tindakan apa-apa. Entah alasan tidak boleh masuk lingkungan kampus, ataupun takut dipikir melakukan tindakan ham. saya sendiri tidak paham realita ini.

Saking seringnnya, ada joke dari teman2 dosen agar uncen buat kalender sendiri dengan memasukan aksi pemalangan sebagai salah satu agenda formalnya X_X
ok....mungkin itu gambaran awal mengenai salah satu realita yang terjadi di papua yang berkaitan dengan pendidikan. 

jika mau ditelursuri lebih jauh, hal ini sebenarnya merupakan permasalahan yang sangat kompleks. Istilah kerennya tuh krisis multidimensi gitu....Salah satu dimensis krisis yang ingin saya bahas di sini adalah mengenai krisis kepemimpinan. Dalam kasus uncen ini, lebih dmasalahkan mengenai tidak adanya respon dari pihak rektorat terkait demo dilingkungan uncen yang amat sangat merugikan seluruh civitas akademik.

Salah satu bentuk otonomi khusus di papua adalah pimpinan organisasi, bahkan pimpinan daerah harus orang asli papua. Jadi dengan alasan tersebut, pemegang jabatan yang strategis haruslah orang papua. Sebenarnya hal ini bukanlah sebuah masalah. Persoalan akan timbul ketika Pimpinan Organisasi tersebut tidak dapat melaksanakan perannya dengan benar. Sering sekali saya jumpai pimpinan yang tidak dapat mengorganisir anak buahnya sesuai dengan job desk. Pemilihan staf untuk jabatan tertentupun hanya asal-asalan tanpa melihat kapabilitasi /kemampuan. 

Jika berbicara visi yang ingin dicapai, sepertinya hal itu menjadi barang langka.Tidak adanya tujuan yang jelas, parameter-parameter yang terukur dan evaluas/kontroling yg asal-asalah menjadikan para bawahan/staf pun bekerja asal-asalan. Belum lagi jika berbicara tentang keteladanan hidup, integritas dan hal-hal yg seperti itu, telah menjadi barang langka...Itulah mengapa saya katakan bahwa telah terjadi krisis kepemimpinan di papua. Tanpa kita sadari, sebenarnya hal ini menjadi bom waktu yang sangat berbahaya....

Semoga kelak ada banyak pemimpin-pemimpin yang mempunyai pemahaman yang benar tenang menjadi pemimpin yang baik di negri ini. Kita doakan dan nantikan saja/...............
NB. ini salah satu artikel menarik tentang uncen disini baca ciommentnya juga yahh :D

Etos Kerja

Etos Kerja

"seorang kristen harus mampu memberikan pertanggungjawaban yang baik, bukan hanya apakah bentuk pekerjaannya, tetapi juga bagaimanakah dirinya di dalam melaksanakan pekerjaannya"

Awal kedatangan saya, sudah banyak gambaran mengenai apa yang akan saya kerjakan di tanah ini, Papua. Idealisme saya mulai semakin meyakinkan saya untuk memberikan sesuatu bagi papua.. Membantu menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang dapat menjadi pemimpin kelak di papua. Secara umum, ingin agar papua semakin maju...Anak2 papua,bisa berbuat sesuatu.

Saya bersyukur karena awal kedatangan saya, saya bisa membuat sedikit perubahan...- Meskipun perubahan itu kecil, dan kadang disepelekan oleh orang lain :D

Beberapa contoh hal kecil yang saya lakukan adalah, :
  1. Konsisten dan disiplin terhadap jam kuliah. kalo jam 8 pas mulai kuliah. Kalo saya telat 15 menit, kuliah batal, sedangkan kalo mahasiswa telat 15 menit, diitung absen.. (kondisi ini tidak berlaku kalo ujan/ kampus di palang)
  2. Bersih-bersih ruangan, nan membuat pengumuman agar sampah dibuang pada tempatnya
  3. Bersama-sama mahasiswa ngecat tempat parkir (garis pembatas) - jadi parkir motor sudah lebih rapi.
Hal tersebut memberikan sukacita tersendiri karena saya bisa melihat bagaimana mahasiswa berproses dan menjadi lebih baik, meskipun melalui hal yang sangat simpel.Melalui hal ini saya belajar mengenai bagaimana mempunyai sikap, karakter dan perilaku yang baik, sebenarnya sangat berdampak bagi mahasiswa -atau orang yang mengikuti kita.

Ketika saya belajar tentang Yusuf, mengenai etos kerjanya, -Hasil PA teman-teman PA Perkantas Abepura - saya semakin dibukakan mengenai bagaimana relasi Yusuf dengan Tuhan bisa membawa dampak yang luar biasa dalam pekerjaannya. Dalam Kejadian 39:1-6, dikatakan bahwa segala pekerjaan Yusup dibuat berhasil -bahkan potifar bisa melihat bagaimana Tuhan memberkati kehidupannya melalui Yusuf.

Etos kerja dapat diartikan sebagai sikap, karakter dan perilaku seseorang  yang lahir dari keyakinan dan paradigma seseorang tentang etos kerja.Poin penting yang ingin disampaikan di sini adalah, bahwa sikap kita ketika bekerja, lahir dari pemahaman yang benar tentang makna bekerja itu sendiri. 

Hal ini akan sangat kelihatan bedanya, ketika kita diperhadapkan dengan kondisi sekitar yang kelihatan sangat bertolak belakang. sebagai contohnya ini nih,
1. Misalnya kita kerja sangat rajin ,tekun dsb. Ketika kita mengentahui bahwa ada pendapatan kita lebih rendah dari teman kita yg jauh lebih malas, semangat bekerja kita turun.
2. Kita berbuat sesuatu, namun orang lain tidak menghargai apa yg kita kerjakan, membuat kita kerja asal2an...

dalam kondisi seperti tersebutlah, kita dapat melihat perbedaat antara etos kerja kita dengan etos kerja orang lain. Apakah sama ato berbeda.

Sebagai perenungan, apakah kita sudah memiliki etos kerja yg didasarkan atas pemahaman yang benar ? selamat mencoba :D

Mengucap Syukur vs Berkeluh Kesah

Kadang tanpa kita tak sadari, kita terlalu sering mengeluh dan menghakimi orang lain...tanpa kita pikirkan, begitu mudah kita merasa bosan, jenuh, terlalu banyak beban, kenapa kondisi disekitar saya seperti ini,  dll.

Sayapun kadang dengan begitu mudahnya jatuh dalam kondisi ini...begitu mudah berkeluh kesah dengan kondisi papua yg kacau balau seperti ini...fasilitas yang tidak mendukung seperti ini ,bahkan birokrasinya yang sudah amat ancur...hahahah.... keluh kesah itu biasanya muncul karena saya suka membanding2kan kondisis ideal saya dengan realita saya...(bener ngak ?)heheheheehh

Dulu saya kita itu adalah hal yg biasa, tapi bagaimana alkitab memandang hal tersebut : 1Tesalonika 5:18 ditulisakan bahwa
  Ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 
Kebalikan dari berkeluh kesah adalah mengucap syukur...Berdasarkan ayat ini, kita bisa belajar apa yg Tuhan kehendaki bagi kita untuk memandang hidup ini dari kacamataNya. Melihat dari sudut pandang Allah, dan bukan melihat dari sudut pandang kita....

Pasti ada sebab akibat kita harus mengucap syukur bukan ?
Hanya dengan hati yang bersyukur, kita dapat melihat peluang-peluang yang Tuhan sediakan di balik keluhan kita. Hati yang penuh rasa syukur menutup peluang untuk berkeluh kesah, sebab kita tidak sanggup menghitung segala berkat, kesempatan, dan anugerah-Nya! 

Berikut adalah artikel tentang mengucap syukur :

Hee Ah Lee, seorang gadis Korea berusia 22 tahun, memiliki fisik yang jauh dari ukuran normal. Masing-masing tangannya hanya memiliki dua jari seperti capit, kakinya pendek, hanya sebatas lutut. Namun, kondisi itu tak membuatnya terpuruk. Ia tak membiarkan kelemahan fisiknya menjadi sumber keluh kesahnya, tetapi ia bangkit untuk menang atas keterbatasannya. Kini, ia adalah seorang pianis yang menakjubkan. Bahkan, nada-nada sulit yang digubah para maestro musik klasik seperti Chopin, Beethoven, Mozart, dapat dimainkannya dengan sangat apik! Padahal, tak ada not balok karya para maestro itu yang diciptakan untuk dimainkan hanya dengan empat jari. Ah Lee sendiri yang memodifikasi hingga empat jarinya mampu menari di atas tuts-tuts piano dengan lincah. ..cerita lebih lengkapnya silahkan dibaca di sini

Hee Ah Lee

Bagi orang yang suka berkeluh kesah, segala sesuatu dalam hidupnya bisa dijadikan bahan keluhan. Anak-anak sulit dibangunkan di pagi hari, lambat mandi, susah sarapan. Suami cuek membiarkan istri jungkir balik mempersiapkan anak-anak untuk berangkat sekolah. Rumah berantakan. Pekerjaan kantor menumpuk, rekan kerja menyebalkan. Sepanjang hari, ada begitu banyak bahan untuk berkeluh kesah!

Mulai saat ini, belajarlah untuk berhenti berkeluh kesah....dan memulai untuk mengucapsyukur... :D dan Tuhan akan menunjukan perbuatan tangannNya yang ajaib...Ia bisa memakai siapapun juga untuk menyatakan kepadamu betapa beruntungnnya kita mempunyai DIA...batu aja bisa dipakai, apalagi manusia

Flickr Images