Mengucap Syukur vs Berkeluh Kesah

Kadang tanpa kita tak sadari, kita terlalu sering mengeluh dan menghakimi orang lain...tanpa kita pikirkan, begitu mudah kita merasa bosan, jenuh, terlalu banyak beban, kenapa kondisi disekitar saya seperti ini,  dll.

Sayapun kadang dengan begitu mudahnya jatuh dalam kondisi ini...begitu mudah berkeluh kesah dengan kondisi papua yg kacau balau seperti ini...fasilitas yang tidak mendukung seperti ini ,bahkan birokrasinya yang sudah amat ancur...hahahah.... keluh kesah itu biasanya muncul karena saya suka membanding2kan kondisis ideal saya dengan realita saya...(bener ngak ?)heheheheehh

Dulu saya kita itu adalah hal yg biasa, tapi bagaimana alkitab memandang hal tersebut : 1Tesalonika 5:18 ditulisakan bahwa
  Ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 
Kebalikan dari berkeluh kesah adalah mengucap syukur...Berdasarkan ayat ini, kita bisa belajar apa yg Tuhan kehendaki bagi kita untuk memandang hidup ini dari kacamataNya. Melihat dari sudut pandang Allah, dan bukan melihat dari sudut pandang kita....

Pasti ada sebab akibat kita harus mengucap syukur bukan ?
Hanya dengan hati yang bersyukur, kita dapat melihat peluang-peluang yang Tuhan sediakan di balik keluhan kita. Hati yang penuh rasa syukur menutup peluang untuk berkeluh kesah, sebab kita tidak sanggup menghitung segala berkat, kesempatan, dan anugerah-Nya! 

Berikut adalah artikel tentang mengucap syukur :

Hee Ah Lee, seorang gadis Korea berusia 22 tahun, memiliki fisik yang jauh dari ukuran normal. Masing-masing tangannya hanya memiliki dua jari seperti capit, kakinya pendek, hanya sebatas lutut. Namun, kondisi itu tak membuatnya terpuruk. Ia tak membiarkan kelemahan fisiknya menjadi sumber keluh kesahnya, tetapi ia bangkit untuk menang atas keterbatasannya. Kini, ia adalah seorang pianis yang menakjubkan. Bahkan, nada-nada sulit yang digubah para maestro musik klasik seperti Chopin, Beethoven, Mozart, dapat dimainkannya dengan sangat apik! Padahal, tak ada not balok karya para maestro itu yang diciptakan untuk dimainkan hanya dengan empat jari. Ah Lee sendiri yang memodifikasi hingga empat jarinya mampu menari di atas tuts-tuts piano dengan lincah. ..cerita lebih lengkapnya silahkan dibaca di sini

Hee Ah Lee

Bagi orang yang suka berkeluh kesah, segala sesuatu dalam hidupnya bisa dijadikan bahan keluhan. Anak-anak sulit dibangunkan di pagi hari, lambat mandi, susah sarapan. Suami cuek membiarkan istri jungkir balik mempersiapkan anak-anak untuk berangkat sekolah. Rumah berantakan. Pekerjaan kantor menumpuk, rekan kerja menyebalkan. Sepanjang hari, ada begitu banyak bahan untuk berkeluh kesah!

Mulai saat ini, belajarlah untuk berhenti berkeluh kesah....dan memulai untuk mengucapsyukur... :D dan Tuhan akan menunjukan perbuatan tangannNya yang ajaib...Ia bisa memakai siapapun juga untuk menyatakan kepadamu betapa beruntungnnya kita mempunyai DIA...batu aja bisa dipakai, apalagi manusia