Aku bersyukur

Sebenarnya tulisan ini udah kutulis lama sejak 1 Oktober 2010 tapi belom ku posting. Pas waktu baca-baca beberapa tulisanku, eh ketemu tulisan ini :)

Aku berasal dari keluarga yang broken home. Lebih kurang 13 tahun kami berdoa untuk keluarga kami. Kuingat dulu, pada masa-masa yang sulit dalam hidupku, hidup tanpa figur seorang ayah, hidup dalam ketakutan dan seakan di kuburan (serem banged deh klo denger suara barang pecah ato suara yang membentak-bentak), kerusuhan (Ambon) yang kami alami pada tahun 2001 dan menyebabkan kami kehilangan tempat tinggal, berpindah-pindah rumah dan sekolah, hidup morat-marit bahkan ditempat yang tidak seharusnya, keuangan keluarga yang tak menentu bahkan berharap punya masa depan cerah saja sepertinya tidak mungkin. Beda banged dengan kenangan masa kecilku yang bahagia, penuh sukacita dan kasih sayang.

Saat menghadapai masa-masa sulit ini terlintas dalam benakku banyak pertanyaan-pertanyaan seperti : Tuhan mengapa aku dilahirkan di keluarga ini? Tuhan sampai kapan semuanya akan seperti ini? Tuhan mengapa semua ini terjadi? Salah siapakah ini? Semua ini membuatku tidak mengerti.

Telah bertahun-tahun semua ini terjadi, memang doa kami belum dijawab. Keluargaku belum dipulihkan tapi aku telah dapat melihat semua dengan cara pandang yang berbeda. Aku tau ada proses yang indah yang sedang Tuhan kerjakan. Tak lagi mempertanyakan semuanya dan mensyukuri semuanya walaupun kadang begitu sulit.

Beberapa hari yang lalu, rasa capek menghadapi semuanya kembali datang. Air mata terus mengalir dan tak mau berhenti. Yang mampu kulakukan hanyalah duduk diam ditengah gelapnya kamarku dan berbicara dengan Tuhan. Tuhan aku capek, Tuhan aku tak mampu, Tuhan tolong beri aku kekuatan sekali lagi untuk menghadapi semuanya. Aku tak pernah menunjukan sisiku yang lemah ini kepada seisi keluargaku karena akulah salah satu orang yang menjadi penghiburan bagi mereka (hahahahaha, gaya banged yah).

Saat ingin mengeluh, tidak ingin bersyukur, dan bersungut-sungut, aku sadar. Aku sebenarnya bahkan tidak punya hak untuk mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan itu, aku tidak pantas untuk mengeluh. Apapun yang terjadi dalam hidupku bahkan saat sulit sekalipun aku tak pantas mengeluh. Sebenarnya aku pantas mati untuk semua dosa yang telah yang aku lakukan tapi itu tidak terjadi. Dosa yang aku lakukan sangat banyak, menjijikan dan bahkan tidak dapat diampuni. Namun yang terjadi adalah Yesus, Raja diatas segala Raja rela mati menggantikaku. Masih pantaskah aku mengeluh?

Ada banyak hal baik yang Tuhan buat dalam hidupku, yang menurutku bukan hakku. Karena Tuhan tidak berhutang apa-apa padaku. Aku seorang pendosa diberikan begitu banyak hal baik, diampuni, diselamatkan dan selalu disertai. Seingatku, sepanjang tahun ini selalu ada makan siang dan makan malam buatku bahkan buat adeku, kami tak kekurangan, kami diberi kesehatan, kami menikmati setiap waktu-waktu dalam hidup yang Tuhan beri , Tuhan memberkatiku dalam pekerjaanku dan masih banyak hal baik yang Dia kerjakan.


Aku bersyukur Tuhan untuk semua yang Kau kerjakan dalam hidupku dan keluargaku. Engkau Allah yang luar biasa. Lebih dari semua yang menurutku buruk, Engkau sedang mengerjakan banyak hal baik dalam hidupku. Terima kasih buat kekuatan dan sukacita luar biasa yang selalu hadir di masa-masa yang sulit dalam hidupku. Allahku luar biasa. Ia Allah pemilik hidupku. Jika kita manusia saja tau cara menjaga milik kita apalagi Tuhan. Ia tau cara menjaga milik kesayanganNya.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8 : 28

God bless you all

2 comments

mengucap syukur atas apa yang kita miliki hingga saat ini adalah salah satu cara kita mengungkapkan rasa cinta kita kepada Tuhan..dan Tuhan sangat senang jika kita mencintai-NYA...

thx welly buat ceritanya..sangat2 membangun..Gbu