Kriteria Wanita Idaman

Berikut ini adalah beberapa kriteria wanita idaman,berdasarkan penuturan dari Jawaban.com Adapun kriteria dari wanita idaman adalah sebagai berikut :
  • Dapat diandalkan
Bukan hanya wanita yang punya impian untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan pasangan yang dicintainya. Pria pun demikian. Sekalipun jarang diperlihatkan, mereka tidak ingin wanita yang dicintainya meninggalkan dirinya ketika penghasilannya menurun, bisnisnya sedang terpuruk, atau ketika ia sakit.
Untuk itu ketika masa pra nikah atau pacaran, seorang pria ingin tahu apakah sang wanita mata duitan atau tidak. Hal ini bukan berarti dia tidak ingin membahagiakan Anda dengan kekayaannya, namun ia ingin menemukan seseorang yang mencintainya, mandiri dan dapat diandalkan bahkan dalam masalah keuangan.

  • Anda aset atau beban?
Para pria rata-rata melihat sebuah hubungan percintaan seperti bisnis. Mereka mencari seorang wanita yang dapat menjadi aset atau menambah nilai pada kehidupan mereka, bukan wanita yang menambah beban hidup mereka.
  • Cara menggunakan penghasilan
Para pria tidak melihat seberapa besar penghasilan Anda, namun mereka melihat bagaimana cara Anda menggunakan penghasilan Anda. Dari cara Anda menggunakan uang Anda, dia bisa membayangkan bagaimana Anda menggunakan uangnya jika nanti menjadi istrinya. Memang uang yang Anda hasilkan, bebas Anda gunakan. Namun jika Anda ingin membuat terkesan pria idaman Anda, gunakanlah uang tersebut dengan bijaksana.
  • Bukan "anak kecil" lagi
Seorang pria tidak ingin menikah dengan wanita yang kelakuannya masih seperti anak kecil yang harus diurusnya sepanjang waktu. Bersikap manja memang tidak ada salahnya, asalkan diwaktu dan tempat yang tepat. Namun Anda juga harus dapat menunjukkan kemandirian dan kedewasaan berpikir.
  • Menghormati dan mempercayai
Bagaimana cara Anda memperlakukan pasangan Anda, akan menentukan apakah hubungan itu akan terus hingga bahtera pernikahan atau tidak. Penghormatan dan kepercayaan sangat penting bagi seorang pria. Anda bisa mengucapkan terima kasih atas hal-hal yang ia lakukan. Atau Anda tidak perlu harus selalu tahu apa yang ia lakukan. Beri kelonggaran untuk pasangan Anda bisa pergi bersama teman-temannya. Mungkin hal-hal kecil seperti itu terlihat remeh, namun jika Anda menghargainya, ia akan menunjukkan kesetiaan dan cintanya pada Anda.

Kekayaan Anda adalah karakter dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup sehari-hari. Jika Anda berhasil memupuk kekayaan jenis ini, maka pasangan hidup Anda nanti akan menjadi suami yang paling berbahagia.
Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri. Amsal 14:1
Pelajaran Stresss

Pelajaran Stresss

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda
memegangnya. " kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan
ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,
istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak
jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day. Don't forget to pray before u start ur day
(By Stephen Covey)

Membeli Kebahagiaan


Menyambut ulang tahunnya yang ke-6, Putri diajak ayahnya shopping di sebuah toko mainan. Tampaknya ia tertarik pada sebuah boneka cantik terbalut baju beludru ungu di rak mainan di pojok ruangan. “Apakah Putri boleh minta ini, Pak?” Sang ayah menganggukkan kepala tanda setuju.

Saat menuju kasir, Putri melihat anak laki-laki seusianya sedang melihat-lihat mainan ditemani ayahnya. Rupanya tujuan mereka sama. Melihat penampilannya, tampak bahwa mereka berasal dari kalangan yang status sosial ekonominya di bawah keluarga Putri. Dari kejauhan tampak si bocah laki-laki itu melonjak kegirangan melihat mainan robot yang terpajang di rak. Mereka lalu terlihat dalam percakapan yang serius. Namun setelah si ayah membuka-buka dompet, ia menggeleng-gelengkan kepala.

Putri menyaksikan dengan saksama seluruh adegan tadi. Setelah berpikir sejenak, ia mengembalikan bonekanya ke tempat semula lalu mengambil robot mainan yang tadi dipilih si bocah. Setelah itu ia menuju ke kasir. Sambil membayar ia membisikkan sesuatu kepada sang kasir, yang kemudian segera membungkus mainan tersebut dan menyimpannya di bawah meja. Putri dan ayahnya berdiri di dekat pintu, menunggu si bocah laki-laki tadi melewati jalur keluar.

Apakah gubukmu terbakar ?

Apakah gubukmu terbakar ?

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelematkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.

Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai.

Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya.

Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya.

Pelajaran Hidup

http://claudiorikower.com/
Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.
Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka berdua. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.
Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: ("Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!"). Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu.Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir ("Ya ampun orang ini berani sekali"), dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.


George Muller, Pencuri Yang Diubah

http://en.academic.ru/
Tukang pajak berbangsa prusia yang berwajah kejam itu berhadapan muka dengan puteranya yang berusia sepuluh tahun, "Kamu telah mengambil uang yang bukan milikmu, George."Anak itu menggeliat-geliat di bawah pandangan ayahnya. "Tidak, Ayah," ia menggagap, "saya tidak mengambil uang."

"Sekali ini aku memasang sebuah perangkap," si ayah menjelaskan. "Aku kira kamu telah mencuri uang dari pajak pungutanku, saat itu aku menghitung sejumlah uang dan kemudian menaruhnya di ruangan ini. Sebagian dari uang itu telah hilang. Nah, kucing tidak mungkin mengambilnya. "
"Ayah keliru," anak itu memohon. "Aku tidak keliru. Jika kamu tidak mengakuinya, aku harus menggeledahmu. " Tukang pajak itu menggeledah saku anaknya dan tidak menemukan apa-apa. George tersenyum sendiri.

"Sekarang buka sepatumu," ayahnya memerintahkan. "Kaki saya sakit. Kalau dibuka nanti sakit." "Aku katakan, buka." Anak itu dengan segan membuka sepatunya. "Sekarang berikan sepatu itu kepadaku." Anak itu menurut. Senyuman itu samar-samar lenyap dari wajahnya. "Ah, ini dia. Sekarang, pergilah ke gudang." "Tetapi, saya minta maaf, Ayah. Saya berjanji tidak akan mencuri lagi."

George Müller menerima hukumannya. Tetapi ia mencuri lagi, mencuri lagi, mencuri lagi - sampai akhirnya hidupnya diubah oleh Kristus.Ibunya meninggal ketika ia berumur empat belas tahun dan waktu itu ia sedang bersekolah. Pada malam ketika ibunya meninggal, dengan tidak sadar akan penyakit ibunya, George sedang bermain kartu. Hari Minggu, keesokan harinya, ia menghabiskan waktunya bersama-sama dengan beberapa temannya di sebuah kedai minuman.

Flickr Images