Mazmur 3 : TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku

Mazmur 3 : TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku

Konteks bacaan dari Mazmur 3 adalah ketika Daud dikhianati oleh anaknya Absalom.  Absalom telah "mengkudeta" Daud, bapaknya, dan hal tersebut menyebabkan Daud harus pergi melarikan diri..Kondisi yang dialami daud adalah  "Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis. ".  Seorang raja yang dianggap sebagai pahlawan, harus melarikan diri (seperti pengecut ).

Dalam kondisi yang buruk seperti itupun, daud datang kepada Tuhan. Daud sungguh paham bahwa dalam kondisi yang paling buruk seperti itupun, Tuhan akan tetap melindunginya. Daud mempunyai keyakinan bahwa Tuhan akan memulihkan hidupnya.  "Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. "

Ketika kita diperhadapkan dengan masalah, dan persoalan, ketika kita dalam tekanan yang sangat besar kita masih bisa berkata bahwa "engan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus"

Mazmur 2 : Morally Reverence

Mazmur 2 :
Mazmur 2 yang mempunyai perikop Raja yang diurapi Tuhan. Ayat 1 dan 2 merupakan ayat yang sama yang diucapkan oleh jemaat  mula-mula, ketika mereka mendengar cerita  dari petrus mengenai pimpinan jemaat, Pontius Pilatus dan herodes yang berusaha untuk mencegah petrus dan yohanes memberitakan injil.  (Kisah Para Rasul 4:25-26))
Akibat yang akan terjadi ketika raja-raja/ pemimpin/suku bangsa  hidup tidak berkenan kepada Tuhan (melawan Tuhan), adalah (4-9):

  •  Tuhan akan memperolok pemimpin-pemimpin tersebut.
  •  Tuhan akan murka kepada mereka
  •  Tuhan akan meremukan dan memecahkan mereka seperti tembikar


Dan perikop ini diakhiri dengan hal-hal yang  seharusnya dilakukan oleh pemimpin, yaitu (10-11):

  •  Bertindaklah bijaksana
  •  Terimalah Pengajaran
  •  Beribadahlah kepada Tuhan dengan Takut & Ciumlah KakiNya dengan Gementar – agar Tuhan Tidak murka

Kesimpulan singkat diberikan oleh penulis bahwah “berbahagialah semua orang yang berlindung padaNya!”
Ada beberapa hal yang saya pahami melalui pembacaan ini :

  •  Pembacaan ini ditujukan bukan hanya untuk pemimpin dalam suatu wilayah, tetapi juga pemimpin dalam aspek yang paling kecil, keluarga dan juga untuk tiap pribadi.
  •  Melawan Tuhan (ayat 2) mempunyai pemahaman melakukan apa yang Allah tidak kehendaki. Dan hal tersebut mencakup semua aspek dalam kehidupan ini.
  •   Ayat 11 -  Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, dalam bahasa inggrisnya “Serve the LORD with fear, and rejoice with trembling”. Kata “fear” Mempunyai Maksud “morally reverence” yang artinya "dengan penghormatan yang sungguh-sungguh".

Merenungkan Firman Tuhan

Mazmur 1 :1-6

from Crossmap -alkitab
Pemazmur menjelaskan dengan jelas tentang kesukaan menjadi orang yang tekun dan taat, bahkan mempunyai kesukaan merenungkan firman Tuhan siang dan malam.Penulis menunjukan bahwa ketika seseorang mempunyai motivasi yang benar dalam menekuni firman Tuhan, ia akan :
  1. Tidak berjalan menurut nasehat orang fasik
  2. Tidak akan berdiri dijalan orang berdosa
  3. Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh
Orang yang merenungkan firman Tuhan dengan benar akan :
  1. Berbahagia !!! (ayat 1)
  2. Seperti pohon yang selalu memperoleh air 
  3. Akan menghasilkan buah pada musim/waktunya
  4. Tidak akan menderita kekeringan/ layu daunnya
  5. Apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Dari sini saya belajar bahwa, ketika kita mempunyai "kesenangan" untuk merenungkan firman Tuhan, maka semua hal yang saya sebutkan di atas akan kita alami.

Pertanyaannya adalah "bagaimana merenungkan firman Tuhan siang dan malam" ? menurut saya pertanyaan itu relevan dengan "bagaimana firman Tuhan itu bisa menjadi kesukaan kita ?" Firman Tuhan akan sungguh-sungguh menjadi kesukaan ketika kita mempunyai pemahaman yang benar bahwa kita membutuhkan relasi yang dekat dengan Tuhan. 

Sangat naif ketika sy berkata saya mencintai Tuhan, tapi sy tidak mau memberikan banyak waktu saya untuk berkomunikasi denganNya. Ketika saya mengatakan kepada pacar saya "saya mencintaimu", saya akan berusaha sebaikmungkin untuk selalu menyenangkan hatinya, membuat dia bangga dengan saya, selalu memberikan yang terbaik bagi dia. Saya akan mencari tahu segala hal yang berhubungan dengan dia. Makanan kesukaannya, minuman kesukaan, hal2 yg dia gak sukai dan sebagainya. Ketika saya tahu bahwa apabila selingkuh dengan cewek lain akan membuat dia sedih dan kecewa kepada saya, saya tidak akan melakukannya.
Yusuf Arimatea & Refleksi tentang Iman

Yusuf Arimatea & Refleksi tentang Iman

Lukas 23 : 50 -56a

Melalui pembacaan ini, Alkitab mengajarkan mengenai satu pribadi, Yusuf Arimatea. Yusuf Arimatea merupakan anggota majelis besar - majelis yang bermufakat untuk menyalibkan Yesus. Pergumulannya untuk menurunkan mayat Yesus dan menguburkannya secara layak merupakan hal yang sangat riskan. Dia bukan saja mempertaruhkan jabatan, penilaian orang, bahkan nyawanya pun menjadi taruhannya (bandingkan dengan yohanes 19:38-42). Namun Yusuf memilih untuk tetap  memberanikan diri menghadap pilatus dan menguburkan Tuhan Yesus.

Gambaran awal tentang Yusup dijelaskan seperti artikel renungan berikut:
"Yusuf dari Arimatea termasuk orang beriman yang berani ambil risiko. Perhatikan apa yang ia lakukan: ia mengurus segala sesuatu agar Yesus menerima penguburan yang layak (ayat 52-53). Sebelum peristiwa ini, nama Yusuf dari Arimatea tidak pernah disebutkan, apalagi dinyatakan sebagai pengikut Kristus. Ia adalah anggota Majelis Besar (ayat 50), sutradara di balik drama penyaliban Yesus. Bertentangan dengan putusan Majelis yang membuat Yesus tampak sebagai penjahat, Yusuf memperlakukan Yesus sebagai Pribadi terhormat. Tindakannya memperlihatkan iman, kasih, dan keberpihakan pada Yesus di tengah komunitas yang membenci-Nya. Tidakkah itu berisiko merusak reputasi dan kedudukannya?"

Dipandang dari keseluruhan kisah, peran Yusuf dari Arimatea tampak kecil dan sederhana. Namun, bandingkanlah sikapnya dengan murid-murid lain yang justru bersembunyi karena takut disangkutpautkan dengan Yesus (lihat Matius 26:56). Iman membuat Yusuf berani mengambil risiko dalam bertindak. Apabila iman kita membuat kita harus mempertaruhkan nama baik, harga diri, jabatan, bahkan nyawa kita, beranikah kita mengambil sikap seperti murid Yesus ini? Selamat beriman!
Selvy dan Tito

Selvy dan Tito

Senang sekali rasanya mengetahui bahwa banyak adik-adik saya yang berhasil. Selvy Manuputy dan Titoley Tako, merupakan dua orang diantara sederetan adik-adik saya. Mereka menulis buku dan telah diterbitkan ! hahahah....bangga banget...

Mereka berdua merupakan adik saya ketika kami mendapatkan beasiswa untuk sekolah di SMU Kr Petra 4 Sidoarjo. Saya angkatan 1, selvi angkatan 4 dan tito angkatan 4. 

Selvi merupakan anak yg awalnya sangat pemalu. kesan itulah yang saya dapatkan ketika pertama bertemu dengannya. Saya yang aktif dan "cerewet" sangat bertolak belakang dengan selvi.Saya ingat sekali, ketika kami sedang camp di pacet, dan saya membuat dia menangis -entah karena apa, sy sendiri lupa hahahahah..Banyak sekali pelajaran berharga yang kami peroleh di asrama dahulu.Ketika kuliah, barulah "meledak" semua keahlian si selvi. Dia dikenal sebagai cewek multi talent. Dia pinter nyanyi,ciptain lagu, gambar, editing, design,dll...oh iya, dia juga pinterrrr...Dia juga menjadi ketua pelayanan mahasiswa di kampus kami. Meskipun punya segudang kelebihan, sy belajar bagaimana selvi menjadi pribadi yang  sangat rendah hati. saya percaya,semuanya itu karena kecintaannya pada Tuhan.

Tito asalnya dari waikabubak....Ibukota Sumba Barat. Adik yang satu ini bawaannya selalu buat heboh...saya pernah sekamar dengan dia waktu kami sama-sama di asrama. Saya masih ingat juga bagaimana ia dimarah sama pak herry (bapak asrama kami )- sampe nangis hahahaha. Dari semua adik2, yang paling sering ngehina saya, ya cuma si tito ini..wkwkwkwk ngak tau kenapa, tapi saya tetap pandang dari sisi positif aja...mungkin begitulah caranya mengasihi saya...Dia punya suara yg bagus, amat mencintai christina aquilera...sampe poster si CA pun dipasang dikamar x_x..Dia juga paling manja! mungkin karena kakaknya cewek semua dan dia bungsu. Selepas SMU dia melanjutkan kuliahnya di Diponegoro (kalo gak salah ).. dan berkat social media + bbm, kami bisa kembali berhubungan...


Pelajaran Berharga.
Ketika mereka berhasil membuat buku, saya belajar tentang bagaimana  tidak cepat puas dengan keadaan kita saat ini. Selalu belajar dengan tekun, fokus, dan tekun mengerjakan apa yang menjadi tujuan kita. Mungkin saat ini blom ada hasilnya, tp ketika kita tekun, fokus dan telaten ...percaya saja...pasti ada jalan...
Siapa yang menyangka kalo dari hobby, selvi sudah bisa menjadi penulis seperti skarang? 





Kasih & Kebesaran Allah

Kasih & Kebesaran Allah


Hari ini saya terbagun dari tidur saya. dan entah bagaimana, hari ini saya dipenuhi oleh sukacita, damai sejahtera yang

meluap-luap dalam hati saya. Saat ini saya benar-benar merenungkan kasih Allah yang sangat besar dan melimpah dalam hidup saya. Saya bukanlah pribadi yang besar, saya sering berbuat kesalahan, kadan kecewa, marah,bersungut-sungut dll.Tapi sekali lagi sy tegaskan hari ini saya bahagia. Bahagia karna Allah ada dalam hati saya.

Jika mengingat kembali sungguh banyak sekali kasih dan kebaikan Tuhan yang melimpah dalam hidup saya. Di dalam kekurangan saya, Ia masih mau mengasihi saya.Sy teringat firman Tuhan dari 2 Timotius 2:13
 "jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karna Dia tidak dapat menyangkal diriNya". Dari sini seharusnya membuat kita paham, betapa besarnya, betapa panjangnya kasih setia Tuhan. Jika saat ini banyak diantara kita mempunya persoalan yg besar, permasalahan yg menurut kita gak mampu diatasi, ingatlah, ada seorang pribadi didunia ini yg setia. Dialah Yesus. Gak peduli sebesar apapun permasalahanmu, se"kotor" apapun dirimu, IA tetap setia.....

ini sebuah artikel yang bagus dari perenungan saya di pagi ini ;
Ya, bukan manusia yang menjadikan Yesus berstatus Raja. Suka atau tidak, diakui atau tidak, Yesus adalah Tuhan, Raja yang patut disembah segenap semesta. Kedatangan dan penyambutan-Nya di Yerusalem telah dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya (Zakharia 9:9; Mazmur 118:26). Para murid ikut menggenapkan nubuat itu tanpa mereka sadari (ayat 16). Bahkan, celetukan orang Farisi “seluruh dunia datang mengikuti Dia” akan menjadi kenyataan (Filipi 2:9-11). Seberapa jauh pengenalan akan Yesus sebagai Sang Raja membuat perbedaan dalam hidup Anda dan saya?

Flickr Images