Iman dan Kepekaan

Iman dan Kepekaan

 Kejadian 24:34-49
Kita sering lebih menghargai berkat Allah berupa kekayaan, kesehatan dan terutama mujizat. Namun sebenarnya berkat yang lebih penting dalam hidup kita adalah penyertaan dan tuntunan Tuhan. Hanya mungkin karena penyertan Tuhan keliatan  tidak spektakuler, kita melihat itu bukan sebagai sesuatu yg istimewa.

Betapa indah Tuntunan dan penyertaan Tuhan atas hamba Abraham, sehingga dia dapat berjumpa dengan Ribka melalui tanda  yang ia minta. Namun yang tidak kalah indah adalah bagaimana hamba abraham ini yakin bahwa Tuhanlah yang telah menyertai dia. Jika kita perhatikan dengan teliti, permintaan hamba abraham sesungguhnya cukup detai. IA meminta  supaya gadis yang ia minta, minum, menawarkan diri untuk memberi minum unta-untanya juga (43-44).

Jika kita mau  bersikap skeptis, bisa saja kita meragukan apakah memang Tuhan yang telah membuat semuanya berhasil, karena adalah  biasa seorang gadis menawarkan memberi minum kepada unta-unta itu. Bukan merupakan sesuatu yg ajaib atau bersifat  mujizat. Hal seperti ini dapat dengan mudah dikategorikan dengan "kebetulan".

Akan tetapi sang hamba melihat bahwa Tuhanlah yang menuntun dan menyertai dia. Mengapa ia meyakini hal itu ?
  1. Karena abraham begitu yakin akan penyertaan Tuhan dalam misi hambanya. Abraham berkata " Tuhan yang dihadapannya aku hidup,  akan mengutus malaikatya menyertai engkau dan membuat perjalananmu berhasil "(40).
  2. Karena hamba abraham tersebut percaya dan berdoa supaya Tuhan membuat perjalanannya berhasil (42). Dengan demikian, ketika terjadi tanda yang ia minta dan gadis tersebut ternyata sanak saudara abraham, percayalah hambanya bahwa Tuhanlah yang menuntun dia (47-48)

Maka kita melihat bahwa imanlah yang membuat kita peka terhadap tuntunan Tuhan. Apa yang kelihatan biasa saja dan
tidak ajaib,sesungguhnya merupakan pimpinan Tuhan bila kita melihatnya dengan kacamata iman.

Flickr Images