Menjaga Konsistensi

Menjaga Konsistensi

Menjaga konsistensi merupakan hal yang sulit dilakukan. Ketika pertama kali tiba di kampus ini, semangat juang saya sangat tinggi. begitu banyak perubahan yang pengen saya lakukan, agar kampus ini semakin baik. Tapi seiring berjalannya waktu, seiring sikap keras kepala, dan kultur yang kurang baik, perlahan semangat juang saya semakin berkurang. Itulah mengapa konsistensi itu adalah hal yang sulit. 


Baru 3 kali sih, saya membersihkan AULA berukuran 8 x 15 meter itu. Bangku-bangku saya atur dengan posisi yang sangat akurat, berdasarkan tile (keramik/tehel) -nya. Jadi pasti rapi, karena pengaturannya mengikuti garis lurus yg dihasilkan oleh tile tersebut. Satu hari kemudian dilakukan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Panitia SPMB langsung merombak formasi/posisi bangku-bangku, dengan tidak mengembalikan bangku tersebut ke tempatnya. Setelah SPMB, saya dan 3 orang mahasiswa mengubah posisi kursi kembali ke mode default versi Remuz wkwkwwkwk.....tapi ternyata hal tersebut tidak bertahan lama. Tadi pagi, karena aula tersebut digunakan untuk Ujian Akhir Semester (UAS), posisi kursi di ubah oleh pengawas ruangan, dan sekali lagi tidak mengembalikan ke tempatnya....

Ketika saya datang dan melihat kondisi itu, semua perasaan muncul seketika. Marah, jengkel, kecewa, sedih, bercampur menjadi satu. "Kenapa seolah-olah orang-orang disini sangat sulit untuk menjaga kebersihan..?" kira- kira seperti begitulah pertanyaan saya dalam hati. Hal tersebut juga membuat saya ingin acuh terhadap kondisi tersebut. Tapi dalam keadaan itu, saya belajar itulah ARTI KONSISTENSI. Konsistensi berarti saya tetap harus tetap melakukan hal baik, meskipun orang-orang di sekitar saya tidak/acuh terhadap hal tersebut. Konsistensi berarti tetap membuang sampah di tempatnya, meskipun orang lain buang sampah sembarangan heheheheh...kira-kira seperti itulah pelajaran yg saya pelajari...

Saya bersyukur pada Tuhan, karena disaat-saat saya pengen acuh/ tidak peduli lagi, IA mengajarkan untuk tetap setia, dan mengerjakan panggilan pelayanan saya di dunia kampus.  Tetap setia mengerjakan panggilan,yang bahkan orang lain tidak melihat..Dan hari ini saya benar-benar diingatkan Tuhan supaya melakukan sesuatu  hanya untukNya, bahkan dalam hal sepele seperti menyapu, membuang sampah pada tempatnya, dan hal kecil lainnya.
Kolose 3:23 "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia".
 Banyak pemahaman, cara pandang dan sikap yang berubah, ketika saya belajar untuk melihat dari kacamata Allah, tentang bagaimana saya belajar untuk tetap konsisten dalam panggilan yang sudah IA berikan....

Bagaimana dengan teman-teman semua ?
Pikiran yang penuh sampah

Pikiran yang penuh sampah

Sebulan yang lalu, aku bolak balik dokter gigi. Aku mengalami sakit gigi disertai pipi yang agak bengkak padahal sakitnya belom sampe sehari. Setelah ke dokter gigi, dijelaskan bahwa ternyata terdapat kumpulan nanah yang disebabkan infeksi bakteri di akar gigi atau dalam jaringan gusi di sekitar gigi. Dan parahnya, nanahnya itu berkumpul, membentuk benjolan dan akhirnya mencari jalan keluar melalui leher (jadi ada benjolan di leherku yang akhirnya pecah dan mengeluarkan nanah -.- ).

Karena ada pengalaman tidak menyenangkan dengan dokter gigi pada waktu kecil menyebabkan aku takut banged ke dokter gigi (padahal aku ini udah sering banged bolak balik dokter gigi). Karena aku seorang perantau, tinggal jauh dari orang tua, aku harus ke dokter gigi sendirian (aku tinggal dengan ade-ku tp ade-ku biasanya pulang kuliah udah malam n pacarku jauh banged), itu membuat aku benar-benar ketakutan.

Aku harus bolak balik dokter 5x selama sebulan sampai akhirnya gigiku bisa dicabut. Dan setiap kali ke dokter gigi aku mengalami ketakutan yang sama.

Hatiku dipenuhi ketakutan sampai-sampai aku keringat dingin dan saat dokter gigi memasukan alat-alat yang harus digunakan ke mulutku, aku bisa sampai gemetaran. Menghadapi ketakutanku, aku ga mau kalah. Aku mau kalahkan semua ketakutanku. Dan aku percaya bahwa aku mampu bila Tuhan besertaku.

Apa yang menjadi "sampah" dalam pikiran kita? Apakah ketakutan, kekhawatiran, kebencian, kemarahan, kekecewaaan atau hal-hal buruk lainnya yang mempengaruhi pikiran kita? Paulus dalam 2 Korintus 10 : 5b berkata : "Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus". Jadi kita bisa menolak sampah-sampah itu, kita punya pilihan supaya "sampah-sampah" itu tidak mempengaruhi pikiran kita.

Dan tidak sampai disitu saja, kita tidak cukup menolak "sampah-sampah" yang akan mempengaruhi pikiran kita tapi kita juga harus mengisi pikiran kita dengan "semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" seperti yang disebutkan dalam Filipi 4:8.

Bagaimana caranya? Tentu saja dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Ketika ketakutan datang, aku akan katakan pada diriku sendiri :

Semua perkara dapat Welly tanggung, didalam Yesus yang memberi kekuatan kepada Welly

Sekalipun Welly berjalan dalam lembah kekelaman, Welly tidak takut bahaya, sebab Yesus besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur Welly.


Ketika kekhawatiran datang, aku akan katakan pada diriku sendiri :

Janganlah kuatir akan hidup Welly, akan apa yang hendak Welly makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuh welly, akan apa yang hendak Welly pakai.
Jika burung gagak dan bunga bakung saja Tuhan pelihara, betapa jauh lebih berharga Welly melebihi burung-burung dan bunga bakung itu!

Janganlah hendaknya welly kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginan welly kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Ketika amarah datang, aku akan katakan pada diriku sendiri :

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Bangkitkan iman kita, isilah pikiran-pikiran kita dengan Firman Tuhan, dan melangkahlah sesuai dengan kehendakNya :)
Aku belajar tentang kasih

Aku belajar tentang kasih

Dari kecil kata itu sudah sering didengung-dengungkan. Waktu kecil, aku sudah diajarkan untuk mengasihi saudaraku, teman sekolahku, dan orang-orang disekelilingku. Waktu kecil, aku tidak terlalu memikirkan kata-kata itu, tapi saat beranjak dewasa kata-kata itu terus muncul dimana-mana.

Mengasihi menjadi mudah apabila orang-orang yang kita kasihi juga mengasihi kita, tetapi kasih kita akan teruji saat orang-orang yang kita kasihi ternyata mengecewakan kita, melakukan apa yang tidak kita inginkan, mengingkari janjinya bahkan mengkhianati kita.

Berulangkali Tuhan mengajarkan aku untuk mengasihi. Karena kasihku tidak sempurna, kasihku kadang memandang muka dan sering mementingkan diriku sendiri. Kalo dia baik untukku, aku akan baik untuknya juga. Tapi Tuhan menyatakan kita harus lebih dari itu.

Pada usiaku yang ke-13 tahun, keluarga kami menemukan bahwa papa kami tercinta selingkuh dan mulai meninggalkan keluarga kami. Saat itu serasa dunia kami hancur, aku penuh dengan kepahitan, amarah dan dendam. Papa yang dulu selalu memperhatikan kami, mengantar dan menjemput kami, mengurus kami waktu mama keluar kota, menyisir rambut kami setiap pagi, menggendong kami waktu kami sakit, mengantar kami ke mall untuk beli baju, dan sejumlah kenangan indah bersama papa, hilang dalam sekejap. Aku kehilangan arah, papa yang selama ini aku banggakan dan andalkan mengecewakanku. Keluarga kami seperti berada dalam suasana duka, ada tangisan hampir setiap hari. Hidup keluarga kami yang dulunya baik-baik saja, kebutuhan keluarga kami selalu tercukupi berubah menjadi kehidupan yang morat marit. Keadaan ini diperparah dengan kerusuhan yang terjadi di kota kami (Ambon) yang menyebabkan kami kehilangan tempat tinggal satu-satunya. Hidup luntang lantung, berpindah-pindah tempat tinggal dan sekolah. Papa kami kadang datang, namun hanya sebagai tamu dan yang berjuang untuk kehidupan kami adalah mama kami (bayangkan mama harus menanggung biaya hidup 6 orang anak dengan gaji pas-pasan, papa kadang memberi kami uang tapi seadanya).

Semua itu membuatku mengalami kekecewaan yang dalam, aku tak tau harus berbuat apa. Bahkan aku pernah mengharapkan papaku mati saja dan tidak pernah datang lagi ke rumah karena saat papa datang suasana rumah menjadi mencekam (papaku sering memukuli mama dan kami yang selalu melerai).

Itu cerita hampir 15 tahun lalu. Saat ini, keadaan keluarga kami jauh semakin baik. Memang kami masih terus menggumuli hal ini tapi kami selalu percaya ada banyak hal indah yang sedang Tuhan ajarkan bagi kami.

Salah satu hal yang Tuhan ajarkan bagi kami yaitu mengasihi dengan tulus. Aku saat ini punya segudang alasan (menurutku) untuk membenci papaku, tidak mengasihinya dan kecewa padanya. Kadang ingin berteriak, "Tuhan sudah cukup, aku sudah tidak mampu". Tapi aku diajar sama Tuhan untuk tetap mengasihi papa. Itu sulit, apalagi hal itu terjadi berulang-ulang. Ada banyak janji yang diingkari, harapan yang tidak dipenuhi, hati yang selalu disakiti. Aku benar-benar kehilangan figur seorang ayah, sampai aku lupa bagaimana itu dikasihi dan dilindungi oleh seorang ayah.

Tapi aku bersyukur punya Allah yang luar biasa mengasihiku, yang membuatku selalu merasa dikasihi dan diterima, yang mengajarku untuk mengasihi dan mengampuni.

Dalam 1 Korintus 13 : 4 dinyatakan kasih itu sabar; kasih itu murah hari; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Kita belum sempurna mengasihi karena itu dari hari kesehari Allah mengajarkan kita bagaimana mengasihi.

Allah menempatkan orang-orang yang menurut kita “menjengkelkan”, “membuat sakit hati”, “tidak sopan”, “susah dimengerti” agar semakin hari kita bertumbuh didalam kasih.

Sahabat, hari-hari ini apakah yang sedang Anda hadapi? Apakah orang yang menyebalkan, pasangan yang sering lupa, sahabat yang sering mengingkari janji, orang tua yang sepertinya susah dimengerti, saudara yang pemarah dan mementingkan diri sendiri, teman yang sok penting atau apapun itu, ingatlah selalu bahwa saat ini kita sedang berada dalam sebuah kelas kasih. Jadi kasihilah mereka.

Rindu untuk belajar mengasihi? Mulailah dengan menerima bahwa kita dikasihi. Hal yang paling penting untuk diingat adalah Allah lebih dahulu mengasihi kita. 1 Yoh 4 :19 berkata Kita mengasihi, karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Kita tidak dapat memberi apa yang tidak kita terima, jadi terimalah kasih Allah, ingatlah bahwa kita menerima kasih yang besar yang bahkan rela mati untuk kita ketika kita masih berdosa.

Jika kita susah mengampuni ingatlah bahwa Allah telah mengampuni kita, sebejat apapun perbuatan kita. Jika kita menjadi tidak sabar, ingatlah bahwa Tuhan selalu sabar bagi kita walaupun kita ini orang yang benar-benar menjengkelkan. Jika ada orang mementingkan diri sendiri, ingatlah bahwa kita selalu melupakan Tuhan dan memikirkan diri kita sendiri. Jika ada orang yang menolak kita, ingatlah bahwa Tuhan Yesus sendiri ditolak bahkan dihina banyak orang demi kita.

Kasihku belum sempurna karena itu hari demi hari aku terus belajar mengasihi dari Allah yang adalah kasih.

Tuhan Yesus memberkati

Kesalahanku di Sidang Skripsi

Kesalahanku di Sidang Skripsi

Kemarin saya membuat kesalahan fatal. Sejak pagi hari kekampus, saya meminta bantuan beberapa teman untuk membantu saya membersihkan ruang kuliah yang kotor. Ada 4 cewek yang membantu saya, salah satunya adalah mahasiswa yang akan sidang pada siang harinya. Karena dia sudah membantu saya, saya ingin memberikan reward kepadanya berupa "coretan-coretan" saya terhadap hasil koreksi skripsinya. Dari sinilah kesalahan itu bermula...

Ketika, dia membaca hasil evaluasi dari saya, sebelum dia maju, ternyata memberikan dampak psikologis yang buruk, karena dia langsung down saat melihat banyak sekali coretan dilembaran skripsinya. Ternyata ada beberapa kesalahan yang menyebabkan mahasiswa ini semakin down. Sehari sebelumnya, mahasiswa ini memberikan undangan kepada salah seorang dosen senior. Padahal nama dosen tersebut tidak termasuk dalam daftar penguji. Mahasiswa ini memberikannya kepada dosen senior ini pun karena prosedur yang tidak jelas..Sehingga dia menjadi semakin gugup.

Pada waktu sidang, dia seperti sangat kebingungan dalam menjawab setiap soal yang diberikan.- Padahal dia termasuk mahasiswa yang pandai. Setelah proses "pembantaian" selesai, dia nangis. Saya pun merasa bersalah karena hal tersebut, dan secara pribadi, saya meminta maaf kepadanya. Saya, K Alfian dan Si Mahasiswa ini kami ketemuan, berbicara sebentar dan menyelesaikan persoalan ini. Akhirnya kelar juga ^_^


Ada beberapa pelajaran yang saya ambil melalui peristiwa ini, yang berhubungan dengan tugas saya:
1. JANGAN MEMBERIKAN REVISI/KOREKSI SKRIPSI, sebelum mahasiswa tersebut selesai sidang !
2. Tetap jadi teladan dan berkat. Setinggi apapun pendidikanmu, setinggi apapun derajad sosialmu, jika kamu salah, kamu harus minta maaf !! Bahkan kepada orang yang lebih muda, ato bahkan kepada mahasiswamu sekalipun.

Lady in Waiting Chapter 4 - Wanita yang penuh Kebajikan

Akhirnya kesampaian juga meringkas bab selanjutnya..Yang mau baca bab sebelumnya klik disini yah :)

Sebuah potongan pasir menyelinap ke dalam cangkang tiram dan mulai menggosok jaringan lunak, menyebabkan iritasi. Sebagai tanggapan terhadap iritasi, tiram menghasilkan zat yang keras. Zat ini akhirnya berkembang menjadi salah satu perhiasan paling indah didunia – sebuah mutiara yang indah berkilau. Sebenarnya, makin besar iritasi, makin berharga mutiara itu.



Banyak wanita lajang memandang dirinya sebagai kulit tiram buruk rupa di pantai-pantai kehidupan, tertimpa pencobaan-pencobaan dan masalah-masalah karena tidak menikah. Jika Anda salah satu dari wanita-wanita ini, jangan kehilangan semangat. Jangan memandang semua pencobaan karena status lajang sebagai butiran pasir yang membuat iritasi dan harus sesegera mungkin dibuang. Sadarilah bahwa Allah membiarkan mereka disana untuk menciptakan sesuatu yang indah didalammu. Yakobus 1:2-4 mengatakan, “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tau, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

Allah menggunakan pasir status lajang untuk membuatmu sempurna dan utuh. Ia mengembangkan mutiara-mutiara karakter dalam hidupmu. Jika Anda menarik pria semata-mata dengan penampilanmu, maka Anda menghadapi masalah, karena penampilan tidaklah kekal. Bagaimanapun, rupamu dibagian dalam jauh lebih penting daripada bagaiman rupamu di bagian luar.

Dalam Rut 2 : 10-11 dijelaskan bahwa Boas tertarik pada kebajikan dan karakter yang dinyatakan dalam kehidupan Rut

Dalam suatu konferensi kaum lajang, seorang isteri pendeta menceritakan kehidupannya sebagai seorang anak. Ia dibesarkan oleh seorang ayah yang kasar dan pecandu alkohol. Sang ayah meninggalkan keluarga tanpa sepeser pun saat ia masih remaja. Penampilan luarnya sangat sederhana, tanpa make up, baju mahal atau gaya rambut mewah. Ia hanya punya sedikit waktu bersosialisasi karena ia harus bekerja membantu keluarganya. Namun ia percaya Allah memeliharanya dan tidak merasa pahit karena penolakan yang diterimanya. Ia mengembangkan kehidupan doa yang kuat dan meminta Allah membuatnya “cantik”. Ia bekerja keras dan menjadi kuat dalam iman, percaya bahwa Allah akan menyediakan yang ia butuhkan.

Keesokan harinya, ketika suaminya berbicara, ia menyatakan bahwa “Karakter isteriku menarik perhatianku. Kecantikan batiniahnya tidak dapat kutolak. Sekarang, setelah 30 tahun menikah dan juga setelah setengah lusin anak, aku lebih tertarik padanya dibanding pertama kali bertemu dengan dia.” Wanita ini memperoleh perhatian sang ksatria lewat karakter ilahi yang kekal. Kini pernikahan dan pelayanan mereka tetap kuat dan diberkati karena ciri-ciri yang ia izinkan Allah kembangkan pada saat ia masih lajang.

Sebuah kulit tiram buruk rupa nampaknya bukanlah tempat yang mungkin untuk mendapati sebuah perhiasan yang indah, tetapi Yesaya 55:8 mengatakan “Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKU...” Anda mungkin melihat sebuah cangkang yang buruk tetapi Allah melihat keindahan yang sedang dibuatnya didalam Anda. Tuhan ingin Anda menjadi Wanita yang Penuh Kebajikan – satu mutiara yang indah, mahal untuk dikagumi.

Jebakan indah sebuah tubuh

Dunia telah meyakinkan banyak orang Kristen bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan perhatian seorang pria adalah lewat sebuah tubuh yang indah. Sebagai konsekuensinya, para wanita menghabiskan jutaan rupiah karena percaya pada mitos bahwa keindahan fisik adalah suatu yang mutlak untuk pernikahan. Pernikahan yang didasarkan hanya pada kecantikan lahiriah dapat membawa pada imoralitas dan akhirnya perceraian, waktu sesosok tubuh yang lebih menarik muncul.

Kunci keindahan ditemukan dalam 1 Petrus 3:4 : ”Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

Waktu Anda melihat kebajikan wanita dalam Amsal 31:10-31, Anda akan melihat gambaran Allah mengenai seorang wanita cantik. Ada 20 ayat yang menggambarkannya dan hanya satu ayat yang menyebutkan penampilan luarnya. Dalam Amsal 31:30 dikatakan “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji”.

Cocok bagi Raja

Waktu Anda menggambarkan pria yang sempurna bagimu, seperti apakah sang pangeran itu? Apakah seorang yang Takut akan Allah, pria yang berkarakter – mau diajar, dapat dipercaya, setia, lembut dan baik? Seperti apakah wanita yang menurutmu ingin dinikahi oleh pria ini? Seorang wanita yang dangkal atau seorang wanita penuh daya tarik yang tahu bagaimana berpakaian dan menawan perhatian pria-pria lain? Wanita inikah yang ia bayangkan dan ia ingini untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama – menjadi ibu dari keturunannya? Tidak mungkin!!

Untuk menikahi seorang pangeran, Anda pertama-tama harus menjadi puteri. Perlukah diragukan kalau seorang putri surgawi harus menyiapkan kecantikan batiniah untuk suatu panggilan kemana ia akan memberikan hidupnya? Saat Anda mengarahkan perhatian Anda untuk mengembangkan karakter ilahi, Kristus akan mengubahmu menjadi putri cantik sebagaimana telah Ia rencanakan pada saat Ia menciptakanmu.

Rut dan Ribka merupakan contoh Alkitab Wanita dalam Penantian yang berkembang menjadi mutiara Allah yang penuh kebajikan. Baca Kejadian 24 : 16-25.

Allah ingin agar setiap pria dan wanita mengembangkan kehidupan batiniah mereka agar melewati tahun demi tahun dan pudarnya keindahan lahiriah, kasih mereka tetap makin dalam dan bertumbuh.

Mengatakan kebenaran

Jadi ada dua cara untuk membuat pria memperhatikanmu. Cara yang pertama, “jebakan indah sebuah tubuh”, yaitu dengan mendapatkan perhatiannya lewat penampilan lahiriahmu. Ini adalah sebuah jerat karena penampilan tidak akan bertahan. Penampilan itu dangkal. Cara kedua adalah menjadi seorang Wanita yang Penuh Kebajikan. Wanita ini memperoleh kekaguman karena karakternya yang saleh.

Menguntai sebuah kalung mutiara

Ciri-ciri yang ditampilkan oleh Rut dan Ribka tidaklah datang begitu saja, tidak juga muncul pada saat seseorang memasangkan cincin pertunangan dijarimu. Kebajikan dikembangkan lewat suatu masa tertentu saat Anda mengijinkan Roh Kudus melakukan pekerjaan istimewa didalam hidupmu. Roh Kuduslah, bukan Anda, yang menghasilkan karakter ilahi yang Anda cari seperti yang terdapat dalam Galatia 5 : 22-23 – Buah-buah roh. Saat ciri-ciri ini berkembang, kehidupanmu akan menjadi seperti sebuah kalung indah yang teruntai dengan mutiara-mutiara karakter ilahi.

Galatia 5 : 19-21, sebaliknya menggambarkan sejumlah “manik-manik” yang justru banyak dipilih kaum lajang untuk menghiasi kehidupan mereka. “Manik-manik” itu adalah ....”percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya...” Jika Anda ingin menjadi Wanita yang Penuh Kebajikan, maka manik-manik ini tidak boleh termasuk dalam kalung Anda. Manik-manik ini harus dibuang dan digantikan dengan kualitas karakter yang berkenan kepada Allah.

Untuk membuang manik-manik ini, akuilah dosa dan terimalah pengampunan Allah. Minta Tuhan membersihkanmu dari apa pun yang menjadi penyebab awal dosa ini dan hiduplah oleh Roh sebagaiman dinyatakan dalam Galatia 5 : 16 “...hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinganan daging”.

Hiduplah oleh Roh dilakukan dengan cara :

  • Putuskan untuk menjalani kehidupan yang menyenangkan Tuhan dalam segala pertimbangan. Dari waktu Anda bangun pagi hari sampai Anda ditempat tidur pada malam hari, tetapkan keinginan hatimu untuk mengagungkan DIA
  • Taatilah Roh Allah yang ada didalammu, setiap waktu. Jika Ia memimpinmu atau menyatakan sesuatu atau memperingatimu, taatilah.
  • Berikanlah kendali penuh dan total atas hidupmu kepada Roh Kudus yang menuntunmu untuk menjadi Wanita yang Penuh Kebajikan.

Ada banyak tiruan mutiara yang asli, tetapi dalam beberapa tahun cat mutiara itu akan memudar dan retak dan hanya tersisa sebuah manik-manik tidak menarik. Sebaliknya, Roh Allah akan menghasilkan kecantikan batiniah yang sejati. Anda dapat saja puas dengan sebuah kalung imitasi dan mutiara palsu dengan mencoba menutupi ketidaksalehan karakter itu, atau Anda dapat mengijinkan Roh Kudus menggunakan pasir-pasir keadaan lajang menciptakan mutiara yang sesungguhnya. Jika Anda ingin mutiara-mutiara yang sejati, Anda harus mengijinkan Roh Kudus menyatakan suatu pekerjaan yang istimewa dalam hidupmu. Berketetapanlah untuk menguntai sebuah “kalung kebajikan” dari mutiara yang indah sebagai suatu harta bagi Tuhanmu.

Chapter berikutnya bisa baca disini yah

Flickr Images