Studi Industri Keratif

Studi Industri Keratif

Studi Industri Kreatif Indonesia versi final telah selesai dikerjakan.
Kontribusi ekonomi dari industri-industri kreatif di Indonesia adalah 6,3% dari GDP nasional. Studi ini telah diterbitkan menjadi buku oleh Departemen Perdagangan RI dan didistribusikan ke instansi-instansi dan kampus-kampus yang terkait. Versi slideshow sedang dipersiapkan agar bisa ditampilkan disini.

Sumber:
http://industrikreatif-depdag.blogspot.com/2008/04/studi-industri-kreatif-indonesia-versi.html

Akhirnya, logoku muncul juga

My Logo
Ini nih logo baruku...setelah sekian lama berkonsultasi dengan teman2 sekos. Nah sebenarnya awal pemilihan logo ini agak unik. Pas waktu ada projek pembuatan baju dari teman2 di papua, kemudian ditawarin buat logo...nah langsung ku buat di tempat pembuatan baju itu..itung-itung sebagai media promosi bagi teman2 semua...
Sebagai informasi saya juga melayani pembuatan baju, gelas, jam, pin, cuting sticker, dll....Semua dikerjakan dengan penuh sukacita..Software yang biasa saya gunakan tuh standard-standard aja...cuma sotoshop eh photoshop dengan corel draw.Pengennya sih juga masuk ke editing video, tapi maklun, kompiku udah ngak kuat lagi..so kapan2 baru akan di kerjakan..
Menghargai

Menghargai

Ali Facid mempunyai sebidang tanah yang kecil. Suatu hari seorang bijaksana datang dan berkata kepadanya, "Ada batu berharga yang disebut berlian. Jika kamu bisa mendapat satu berlian, kamu akan menjadi orang kaya." Karena terobsesi cerita itu, Ali Facid tidak bisa tidur, Kemudian ia menjual ladangnya dan pergi ke tempat jauh untuk mencari batu itu. Berbulan-bulan telah berlalu. Uangnya makin menipis tetapi ia belum menemukan batu itu. Karena putus asa dan malu, ia pun terjun ke jurang di Teluk Barcelona.

Sementara orang yang membeli ladang Ali Facid menemukan satu batu aneh ketika sedang mengolah tanahnya. Orang bijaksana yang menceritakan tentang berlian kepada Ali Facid pun datang dan melihat batu itu. Ia mengatakan bahwa batu itu adalah berlian. Ali Facid menjual ladangnya dan berburu berlian yang ternyata tertimbun di ladangnya.

Orang yang tidak puas sering tidak menghargai apa yang ada padanya dan memandang rumput tetangga lebih hijau. Ia iri dengan kelebihan orang lain padahal sesunguhnya Tuhan sudah menaruh berlian di "ladang" kita masing-masing. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengucap syukur dan berusaha mengolah ladang kita sebaik mungkin untuk menemukan "berlian-berlian" kita.

Ada berlian di dalam diri kita. Daripada menghabiskan waktu untuk menangisi kelemahan, lebih baik kita menggali dan mengasah berlian di dalam diri kita.

"Setiap orang punya berlian di hatinya dan modal utama untuk menggalinya 
adalah hati yang penuh syukur."

dikutip dari : Group Rajawali Mudanya CWS (Anggie)
Pramuka

Pramuka

Nene waktu sakit de pesan... "Kalo sa meninggal kase pake sa pakean yang sa simpan di peti bagian bawah...". Jadi waktu nene meninggal de pu anak buka peti lihat, ternyata pakain pramuka, jadi dong kase nene pake pakaian pramuka itu. Jadi pas mo kubur nene begini, cucu dong menangis jadi tete bilang begini "Jang kam sedih karna nene de cuma pi ikut jambore saja..."
Zidane Vs Materasi

Zidane Vs Materasi

Jadi begini... Zidane de curhat tentang kejadian pas final piala dunia ka ini... ”Pas pertandingan final tuh, sa tra sengaja tabrak Materazzi, trus Materazzi de bilang begini... Ko pu mama de gila, sa diam saja... Trus de bilang lagi kam satu keluarga macam bodok kah... sa masih bisa tahan emosi, tapi de bilang begini ko nih mantan pemain PSSI toh? Neh sa tra trima langsung sa tanduk de sudah mo...
Tanda

Tanda

Ada pace satu nih, de paling kapala mabuk sampeeee... Trus depan de pu rumah ada got besar, jadi tiap kali de pulang dalam keadaan mabuk tuh de tinggal masuk dalam got trus. Pas sadar begini de inisiatif untuk kase tanda deng batu kalo ada got di situ. Pas de pasang tanda batu tuh anak-anak kecil di kompleks dong liat liat. Sudah, seperti biasa tiap malam de pulang mabuk trus...
tapi karna su ada tanda deng batu jadi pace ko bisa lompat lewat got. Jadi anak-anak kecil nih dong sengaja kase pindah batu agak mundur sedikit. Jadi pas pace ko pulang mabuk begini, de liat batu langsung de lompat, sudah pace ko jatuh dalam got lagi... macam de ganas skali. Trus anak-anak kecil nih dong datang tanya dia...
Anak : Eh, pace... kenapa sampe bisa jatuh dalam got lagi?
Pace : Ah... kurang ajar nih... sapa yang kase pindah got nih!!!
Kecewa....

Kecewa....

Saya sebenarnya sangat kecewa dengan sepak bola indonesia.....cara2 kotor yang dilakukan elite sepakbola indo inilah yang membuat saya, sebagai pendukung persipura sangat kecewa....WO yang mereka lakukan tuh saya yakin sebagai akumulasi atas carut marutnya sistem persepakbolaan di indonesia....
Sebenarnya mereka pun telah melakukan lobi, tapi pssi dan bli ketap kukuh mau dilaksanakan di palembang....sekarang semua udah kacau seperti ini, baru bli mau minta maaf....omong kosong tuh namanya...
Wasit ...!!!

Wasit ...!!!

Final Copa Indonesia IV berakhir dengan catatan negatif. Bahkan, final Copa Indonesia musim ini tercatat sebagai final terburuk dalam sejarah perhelatan ajang antardivisi tersebut. Purwanto menjadi kambing hitam atas kejadian memilukan di final tersebut.
Persipura mogok lantaran kecewa atas kepemimpinan wasit asal Kediri itu. Kepemimpinan Purwanto dinilai berat sebelah. Bagaimana Purwanto menanggapi hal tersebut? Berikut petikan wawancara Jawa Pos dengan Purwanto.
Bagaimana sebenarnya penilaian Anda terhadap handsball pemain Sriwijaya FC, Jacques Joel Tsimi sehingga Anda tidak memutuskan penalti?
Saya harus akui bahwa pemain Sriwijaya FC saat itu ada yang handsball di kotak penalti. Tapi, saya melihat dia dalam posisi pasif. Karena itu, saya tidak menghukum Sriwijaya FC dengan penalti.
Pengetahuan sebagian besar publik dan mungkin sebagian pemain, mereka selalu menilai bahwa setiap pemain yang handsball di kotak penalti itu harus diganjar dengan penalti. Nah, Tsimi kan handsball di kotak penalti, kenapa tidak ada penalti?
Tidak semua handsball itu harus diganjar hukuman. Sebab, handsball ada dua jenis, yakni aktif dan pasif. Jika aktif tentu harus dihukum dengan penalti, tapi kalau pasif, tidak harus dihukum. Nah, saya melihat posisi pemain Sriwijaya FC yang handsball waktu itu adalah handsball pasif. Jadi saya tidak perlu memberikan penalti. Saya sudah menjelaskan itu ke pemain Persipura saat mereka protes.
Jadi, Anda menganggap keputusan Anda sudah tepat? Bagi saya sudah tepat. Saya sudah menjalankan sesuai aturan.
Tapi, banyak yang menganggap penilaian Anda keliru? Semua berhak menilai, begitupula dengan saya. Di atas lapangan, saya punya penilaian sendiri. Dan saya penilaian saya adalah apa yang sudah saya utarakan sebelumnya.
Kegigihan Anda mempertahankan pendapat membuat Persipura mogok main dan akhirnya pertandingan tidak dilanjutkan. Pendapat Anda apa?
Itu hak mereka. Tapi, seharusnya mereka harus bisa menghormati keputusan wasit dan melanjutkan pertandingan. Namun, kalau mereka sudah memilih seperti itu (mundur), itu hak mereka.
Tapi, pengunduran diri mereka kan karena kecewa atas kepemimpinan Anda. Anda dinilai terlalu membela Sriwijaya FC. Apalagi, Anda juga menghentikan pertandingan babak pertama, saat Persipura dalam posisi menyerang?
Kalau saya wasit Sriwijaya FC, kenapa saya justru memberi kartu lebih banyak kepada mereka. Saya bukan wasit Sriwijaya FC. Saya bertugas sesuai dengan aturan. Saya tidak memihak siapapun. Mengenai akhir babak pertama. Sebab, waktu sudah habis. Bahkan, sudah lebih dari waktu injury time. Kalau saya malanjutkan, terus terjadi tendangan penjuru lagi, terus kapan selesainya. Sesuai aturan, kecuali penalti, pertandingan bisa dihentikan ketika waktu pertandingan sudah habis.
Babi bayar...

Babi bayar...

Pace satu nih de pu rambut besar, muka kotor tambah kumis deng jenggot. Satu kali de lapar jadi de pi makan di warung. De lapar jadi pace pu cara makan saja gerakan tempo ka ini. Tapi mbak yang pu warung tinggal liat-liat pace de trus... Jadi pace de bilang sama mbak...
Pace : Kenapa...? Ko naksir ka?
Mbak : Makan saja kaya babi baru...
Tapi kam tahu pace de sante-sante saja, pace de senyum-senyum... Trus abis pace de makan, de langsung jalan keluar baru trabayar... Sudah mbak ko kejar dia baru bilang : “Ko bayar dulu... ko belum bayar to??!!”. Pace ko sante eee... sambil jalan korek gigi baru de bilang... “Ko pernah liat babi makan di warung bayar ka??? Mbak ko muka bodok langsung...
Sepakbola di Indonesia

Sepakbola di Indonesia

Sebenarnya hal ini menjadi salah satu potret kelam dari persepakbolaan di indonesia...
PSSI dengan mudahnya dapat meminta komdis memberikan masukan kepada klub atau individu yang dianggap bersalah. Hal yang menjadi permasalahan adalah
Ketika PSSI sebagain induk organisasi sepakbola diindonesia yang bersalah, siapay ang dapat menghukumnya ?
Mengenai Kegagalan Persipura

Mengenai Kegagalan Persipura

IVAnews - Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes memberikan dukungan moril bagi pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. Menurutnya, Jacksen sebenarnya tidak menginginan Mutiara Hitam mundur dari final Copa Indonesia 2008/2009.

"Saya yakin Jacksen sebenarnya tidak mau timnya mundur. Namun dia bisa bilang apa. Dia hanya pelatih, keputusan tentu ada di tangan yang punya uang," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Senin, 29 Juni 2009.

Menurut Rudy, aksi mogok bukan solusi terbaik dalam sebuah aksi protes di lapangan. Dia juga menilai keputusan wasit adalah mutlak. Karena itu saat berhadapan dengan Persebaya pada play off Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009, Selasa, 30 Juni 2009, Rudy tidak menginginkan aksi yang dilakukan oleh Persipura itu terjadi lagi.

"Aksi mogok bukan contoh yang baik, jadi saya berharap jangan sampai dicontoh dan terjadi pada play off nanti," kata mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Persipura memilih untuk tidak melanjutkan laga final Copa Indonesia 2008/2009 kontra Sriwijaya FC, Minggu, 28 Juni 2009. Pertandingan terhenti di menit ke-60 dengan skor 1-0 untuk SFC. Meski telah dibujuk oleh PSSI dan Badan Liga Indonesia (BLI), jawara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu tak juga mau melanjutkan pertandingan.

Akibatnya, wasit pun memutuskan pertandingan dimenangkan SFC dengan skor 4-0. Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago memilih untuk menahan diri dalam melotarkan komentar.

Dia mengaku tak ingin menyingggung siapapun dan menunggu hingga ketegangan mereda. "Saat ini, semua dalam keadaan emosional. Saya tidak mau salah berkomentar dan justru memperkeruh suasana. Suatu saat semuanya pasti akan terungkap," kata Jacksen.

Jacksen sebenarnya sangat terpukul dengan kejadian ini. Sebab ini kali kedua pelatih asal Brasil itu harus menyaksikan timnya kalah secara tidak terhormat. Sebelumnya, saat menangani Persebaya, Jacksen juga mengalami nasib yang nyaris sama. Saat itu dia masih menangani Persebaya Surabaya.

Pada babak delapan besar Liga Indonesia 2005/2006, Persebaya memutuskan untuk menarik diri. Manajemen Green Force beralasan, langkah itu terpaksa diambil demi kesalamatan suporternya Bonek yang ada di Jakarta.

Akibat aksi ini, Persebaya dijatuhi sanski dua tahun tak bisa tampil di pentas sepakbola nasional. Namun PSSI akhirnya membatalkannya dan memberikan kesempatan bagi Persebaya tampil di Divisi I.

"Saya tidak ingin banyak berkomentar. Kejadian ini saya anggap sebagai salah cobaan saja," tandasnya.• VIVAnews

Flickr Images